Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi melaksanakan wisuda di Kampus STID, Kabupten Lombok Barat, NTB.
Lombok Barat, Metropol – Sejak berdirinya hingga saat ini, Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi (STID) Mustafa Ibrahim Al-Ishlahuddiny, di Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah berhasil mencetak Sarjana, Strata 1 (S1) sebanyak 246 orang. Demikian dikatakan Ketua STID Drs. TGH. Muchlis Ibrahim, M.Si, baru-babru ini, di Kampus STID, Lombok Barat.
Muchlis menjelaskan, STID merupakan Perguruan tinggi telah terakreditasi, dengan 5 kali melaksanakan Wisuda, yaitu pertamakali digelar pada bulan Juni tahun 2011/2012 hingga bulan Desember tahun 2015/2016. Para mahasiswa/mahasiswi yang diwisuda adalah Strata 1 (S1) Program Studi (Prodi) Jurusan Komuinikasi dan Penyiaran Islam (KPI).
STID menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran di bidang ilmu KPI dalam rangka pengembangan komunikasi dan penyiaran islam. Selain itu STID melaksanakan pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab dibidang komunikasi dan penyiaran islam.
Adapun tujuan prodi KPI kata dia, untuk meningkatkan output yang berkepribadian dan berakhlak mulia, ahli dalam bidang KPI. Di harapan kepada mahasiswa/mahasiswi memahami keilmuan dibidang KPI secara komprehensif. Selanjutnya berkarya dalam bidang KPI secara kongkrit dan menerapkan ilmu dan perangkat komunikasi sebagai upaya meningkatkan keilmuan masyarakat di bidang KPI.
Muchis menghimbau kepada seluruh mahasiswa/mahasiswinya, bahwa jika sudah tamat dari perguruan tinggi ini supaya menerapkan profesionalismenya masing-masing agar bisa bersaing dalam era globalisasi ini dan tetap menjaga nama baik almamater di tengah masyarakat.
“Kita berharap kedepannya agar para mahasiswa/mahsiswi lebih tertib dan menguasai teknologi sehingga setelah tamat dari perguruan tinggi ini. Mereka tidak hanya menguasai disiplin ilmunya tetapi juga teknologi,” terang Muchlis.
Muchlis menambahkan, Perguruan tinggi ini telah bekerjasama dengan media massa lokal maupun media Nasional.
“Alumni perguruan tinggi ini telah tersebar didalam maupun diluar negeri untuk melanjutkan kuliahnya. Ada juga yang sudah bekerja,” katanya.
Sementara itu, pengamat pendidikan Dr. Syahrudin, M.Pd ditemui wartawan ditempat terpisah menyatakan, meskipun STID usianya masih relatif muda, tetapi keberadaannya mampu bersaing dengan perguruan tinggi lainnya.
Perguruan tinggi ini kata Syahrudin, cukup maju bila dibandingkan dengan perguruan tinggi swasta lainnya. Hal ini terbukti dari tenaga pengajar rata rata S2, S3 dan praktisi. Alumni jebolan perguruan tinggi dari dalam maupun luar negeri dari berbagai disiplin ilmu.
“Selain itu sarana belajar yang asri, Lokasi kampusnya sangat strategis, gedungnya bertingkat milik sendiri, berada persis dipinggir jalan raya lengkap dengan berbagai fasilitas belajar mengajar,” ujar Syahrudin.
(Rahmat/Taqwa)
