Reporter : Handono | Editor : Widi Dwiyanto
PEKALONGAN, NEWSMETROPOL.id – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pekalongan bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal tahun 2026.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan menulis masyarakat dengan mengangkat nilai budaya dan kearifan lokal sebagai sumber inspirasi.
Acara pembukaan berlangsung pada Senin, 20 April 2026, dengan materi pengenalan teknis penulisan serta pengantar budaya dan kearifan lokal. Sesi berikutnya dijadwalkan pada Senin, 11 Mei 2026, yang akan membahas teknik penulisan esai dan artikel berbasis budaya. Rangkaian kegiatan ditutup pada Rabu, 3 Juni 2026 dengan agenda penyuntingan naskah hasil karya peserta.
Puji Lestari, seorang guru SD dari Kecamatan Karanganyar, mengaku antusias mengikuti kegiatan ini..
“Tema Bimtek ini luar biasa, sangat relevan bagi kami para guru. Literasi bukan hanya membaca, tetapi juga menulis dan berdiskusi. Saya merasa tertantang karena banyak lomba literasi dan numerasi yang membutuhkan referensi kuat,” ujarnya.
Peserta lain, Riz Maraisya dan Wibina Rahayati dari SMKN 1 Seragi, mengetahui acara ini melalui Instagram. Mereka menilai kegiatan ini seru dan bermanfaat.
“Materinya menambah wawasan, narasumber menyampaikan dengan cara yang asik. Harapannya bisa menambah relasi dan pengalaman,” kata Riz Maraisya.
Mohamad Burhan, salah satu pemantik diskusi, menekankan bahwa menulis adalah keterampilan yang bisa dilatih..“Menulis bukan sekadar pengetahuan, tetapi skill. Dengan jam terbang yang cukup, evaluasi, dan kebiasaan menulis, seseorang bisa menjadi expert. Tantangannya sekarang adalah bagaimana menyajikan tulisan budaya yang tetap bernilai di tengah banjir informasi digital,” jelasnya.
Burhan juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas tulisan agar tidak terjebak dalam penyebaran hoaks. Ia memberi tips sederhana:
“Terus menulis, membaca, mengevaluasi, lalu menulis lagi. Bahkan rasa takut menulis bisa diatasi dengan menuliskan ketakutan itu sendiri,” katanya.
Melalui Bimtek ini, diharapkan lahir karya tulis yang tidak hanya berkualitas secara teknis, tetapi juga memperkuat identitas budaya daerah. Peserta diarahkan untuk menjadikan kearifan lokal sebagai pijakan dalam menulis, sehingga menghasilkan tulisan yang relevan, inspiratif, dan mampu memperkaya literasi masyarakat.
