Reporter : Handono | Editor : Widi Dwiyanto
PEKALONGAN, NEWSMETROPOL.id – Prestasi membanggakan datang dari putri kecil berbakat asal Pekalongan, Jawa Tengah. Zeline Quensa Azahra berhasil lolos menjadi Finalis Putri Kebaya Indonesia 2026 kategori Cilik, mewakili daerah Jawa Tengah 3.
Keberhasilan ini diraih setelah melalui proses seleksi ketat yang diadakan oleh panitia penyelenggara melalui akun Instagram resmi @putrikebayaindonesia, yang diikuti oleh sekitar 60 peserta berbakat dari seluruh Indonesia.
Perjalanan Zeline menuju kancah nasional tidaklah mudah. Ia harus bersaing di tingkat provinsi yang dimulai dari audisi di Semarang, kemudian melaju ke babak karantina dan kompetisi di Solo selama tiga hari.
Dalam ajang tersebut, Zeline menunjukkan kemampuan terbaiknya melalui penilaian bakat, public speaking, hingga kemampuan mempresentasikan budaya dan wisata daerah.
Bakat istimewa Zeline dalam bermain piano dan bernyanyi menjadi nilai tambah yang membawanya berhasil menembus peringkat Top 10, Top 5, hingga akhirnya masuk Top 3 tingkat provinsi yang mengantarkannya ke babak nasional. Dari total 60 peserta se-Indonesia, nama Zeline terpilih untuk membawa harum nama Pekalongan dan Jawa Tengah.
Namun, prestasi Zeline tidak hanya berhenti di atas panggung kontes. Gadis kecil yang bercita-cita menjadi dokter ini juga aktif dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat melalui inisiatifnya sendiri bernama Kebaya Kid Corner by Zeline.
Dalam rangka memperingati Hari Kartini dan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan kompetisi, Zeline baru saja sukses menggelar acara bertajuk “Kartini Masa Kini : Berkebaya & Berdaya!” di lokasi UMKM Legendaris Wonopringgo, Pekalongan, Minggu (19/04/2026)
Dalam kegiatan bersama para pelaku UMKM ini, Zeline turut mengadakan sesi podcast eksklusif bersama para pedagang. Acara ini menjadi wadah inspiratif untuk berbagi cerita, pengalaman, dan semangat dalam menyambut Hari Kartini, sekaligus mempromosikan produk lokal.
Zeline mengusung konsep “Misi 3B : Berbicara, Bergerak, Berbagi”.
- Berbicara : Mengenalkan kebaya dan budaya melalui podcast serta advokasi ke berbagai pihak.
- Bergerak : Turun langsung berkolaborasi dengan UMKM lokal, seperti Bakularis Pekalongan.
- Berbagi : Aktif melakukan kegiatan sosial seperti pembagian sembako kepada tukang becak, kaum dhuafa, dan janda kurang mampu sebagai bentuk rasa empati.
Salah satu keunikan acara ini adalah sesi “Pesona Kartini : Pedagang Berkebaya”, dimana para pedagang UMKM tampil anggun mengenakan kebaya saat berdagang.
Hal ini sejalan dengan semangat yang diusung Zeline dan didukung penuh oleh Ibu Ernawati selaku Koordinator Penggiat UMKM Bazar Kuliner Legendaris, Kabupaten Pekalongan, bahwa melestarikan budaya bisa dilakukan mulai dari cara berpakaian sehari-hari.
“Misi kami adalah mengajarkan anak-anak untuk tidak kehilangan warisan budaya di tengah zaman modern. Kami mendukung hobi anak asalkan positif, tidak dipaksakan, dan bermanfaat untuk orang lain,” ungkap Mama Dewi, ibu dari Zeline, dalam kesempatan wawancara.
Dengan semangat muda yang menghargai nilai luhur, Zeline membuktikan bahwa di balik lembutnya kebaya, terdapat jiwa yang berdaya, berbudaya, dan penuh prestasi.
Ayo dukung Zeline Quensa Azahra sebagai Finalis Putri Kebaya Indonesia 2026!
