SD1

Kondisi plafon SDN Bandasari yang terlihat hanya rangka baja ringan

Bogor, Metropol – Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bandasari di Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung baru dua tahun lalu dibangun kini kondisinya kembali rusak berat.

Tampak tiga ruang kelas yang beralaskan keramik sebagian retak-retak dan kondisi atap genteng bolong, belum lagi plafon keadaanya sudah tidak menempel yang terlihat hanya rangka atap baja ringan.

Kepala Sekolah SDN Bandasari, Atta ketika ditemui di sekolah menjelaskan, dari 143 siswa, sebanyak 40 murid kelas satu dan empat kegiatan belajar dan mengajarnya terpaksa harus dipindahkan ke gedung sekolah Madrasah Ibtidaiyah di Kampung Bojong Menteng, Desa Nanggung.

Atta juga mengungkapkan, sebanyak tiga ruang kelas yang baru dibangun pada tahun 2015 saat ini kondisinya sangat memprihatinkan.

“Padahal, dilihat dari usianya gedung sekolah ini masih baru,” katanya kepada Metropol (4/9).

Ditambahkannya, “lihat saja sepanjang dinding sekolah sudah pada lapuk, seharusnya diganti dengan bangunan baru, tetapi pihak kontraktor tidak melakukannya,” keluh Atta.

Menurut Atta, seharusnya bangunan gedung sekolah tersebut direhab berat. Adapun jika kondisi saat ini tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan terjadi ambruk sehingga akan mengancam keselematan guru dan siswanya.

“Ini semua karena kurangnya pengawasan dari dinas terkait maupun pemerintah setempat pada proses pengerjaan bangunan berlangsung,” kata Atta.

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan, Kecamatan Nanggung, melalui Kepala Bagian Sarana Prasarana, Ujang Kosasih, membenarkan akan kondisi gedung SDN Bandasari yang dibangun tahun 2015 sudah kembali rusak.

“Hal ini penyebabnya dari pemasangan baud yang tidak kuat menahan beban genteng. Ditambah dari kontruksi tanah labil, sehingga bangunan sekolahpun jadi gampang rusak,” katanya.

Menurut Ujang, bangunan sekolah SDN Bandasari, belum bisa diajukan kembali karena usianya kurang dari dua tahun. Namun ketika ditanyakan prihal nilai Rencangan Anggaran Biaya (RAB) pada rahab tahun 2015 lalu. Ujang mengatakan, pihaknya sudah lupa, namun anggaran berasal dari APBD Kabupaten Bogor.

“Waduh, saya lupa. Anggaran itu dari APBD Kabupaten Bogor,” katanya.

(Rhm)

KOMENTAR
Share berita ini :