Komandan Yonif 725/Woroagi Letkol Inf. Jamet Nijo, S.Sos saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan di Mako Yonif 725/Woroagi, Minggu (30/10).
Kendari, Metropol – Sebanyak 26 prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 725/Woroagi terpilih mengikuti Lomba Peleton Tangkas (Ton Tangkas) Periode II TNI Angkatan Darat. “Alhamdulillah Yonif 725/Woroagi terpilih menjadi duta dari Kodam VII/Wirabuana untuk lomba Ton Tangkas di Bandung,” ujar Danyonif 725/Woroagi Letkol Inf. Jamet Nijo, S.Sos kepada sejumlah wartawan, Minggu (30/10).
Lanjutnya dalam perlombaan yang akan digelar pada tanggal 26 November hingga 4 Desember 2016 nanti, pihaknya akan mengikuti tujuh cabang perlombaan yakni lomba lari 3.200 meter, lari lintas medan, renang militer, lomba menembak pistol dan senapan, lomba Peraturan Militer Dasar (Permildas), serta ketangkasan HTF (How to Fighter).
Jamet juga mengatakan, ke 26 prajurit yang akan mengikuti Lomba Pleton Tangkas adalah prajurit-prajurit terbaik yang dimiliki oleh Yonif 725/Woroagi mengingat pihaknya merupakan tumpuan harapan, kebanggaan dari Korem 143/HO, masyarakat Sultra dan juga Kodam VII/Wirabuana.
“Pada momentum ini kami mempertaruhkan nama baik satuan dan daerah sehingga kami berupaya untuk memberikan yang terbaik,” ujar orang nomor satu di jajaran Yonif 725/Woroagi tersebut.
Danyonif 725/Woroagi optimis bila pihaknya dapat mengukir prestasi yang membanggakan mengingat persiapan telah dilakukan secara intensif selama satu tahun terakhir.
“Jadi selama satu tahun ini kita laksanakan pembinaan secara terus menerus, dimana materinya sudah jelas. Kita tidak juga melupakan ada kegiatan program yang harus kita laksanakan, itu juga sudah terintegrasi,” jelas Pamen kelahiran Buton itu.
Dia menambahkan lomba Peleton Tangkas merupakan lomba tahunan di lingkungan TNI AD, yang bertujuan meningkatkan kompetensi prajurit TNI AD sekaligus merupakan tolak ukur pembinaan prajurit disatuan masing-masing.
“Lomba ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan fisik prajurit dan meningkatnya profesionalisme keprajuritan serta meningkatkan semangat juang, jiwa korsa, sportivitas prajurit, semangat belajar dan berlatih prajurit juga kemampuan dalam kepemimpinan lapangan,” pungkasnya.
(M. Daksan)
