Polda Sultra bersama TNI dan seluruh Stakeholder saat gelar apel pasukan pengamanan Pemilu 2019, Jumat (22/3).
Kendari, NewsMetropol – Polda Sultra bersama TNI dan seluruh Stakeholder yang ikut terlibat dalam pengamanan Pemilihan Presiden, Pemilihan DPD, DPR RI dan DPR Kab/Kota, hari ini digelar serentak di seluruh wilayah republik Indonesia, seperti halnya di wilayah Kota Kendari hari ini upacara gelar pasukan pengamanan Pemilu 2019 dilapangan Ex MTQ, Jumat (22/3).
Hadir dalam Upacara Kapolda Sultra Brigjen Pol Iriyanto, SIK., Komandan Korem 143/Ho Kolonel Inf. Yustinus Nono Yulianto S, SE. MSi., yang bertindak sebagai komandan upacara, dan Gubernur Provinsi Sultra diwakili Asisten, Danlanal Kenadari diwakili Mayor Lau (PM) Asmad, S.TP, MH., Aspotmar, Danlanud Kolonel PNB Nana Resmana SM, Ketua DPRD Provinsi Sultra Abdul Rahman Saleh, SH., MSI., Kajati Sultra, Forkopimda dan seluru pejabat utama Polda Sultra.
Dalam amanat Menko Polhukam Wiranto dibacakan oleh Komandan Korem 143/Ho.
Pemilu serentak tahun 2019 merupakan pesta demokrasi indonesia yang akan menjadi tonggak sejarah karena dilaksanakan secara serentak yakni 5 (lima) jenis pemilihan dalam waktu yang bersamaan, pemilu serentak kali ini akan menjadi warisan kebanggaan sekaligus menjadi sorotan dunia Internasional terkait apakah bangsa Indonesia mampu melaksanakan konsolidasi politik dengan demokratis dan berintegritas dalam rangka memilih pemimpin nasionalnya.
Sukses atau tidaknya perhelatan demokrasi ini sangat tergantung kepada semua pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung, tidak saja hanya anggota partai politik dan masyarakat yang dituntut taat dan patuh pada ketentuan yang ada, akan tetapi juga kepada penyelenggara pemilu, yakni KPU, Bawaslu dan DKPP wajib hukumnya menunjukan kinerja yang obyektif serta transparan.
Tidak ketinggalan, tentunya fungsi dan peran TNI Polri yang berada di luar lingkup penyelenggara pemilu akan tetapi sangat menentukan suksesnya keberlangsungan pemilu yang dilaksanakan secara langsung, bebas, rahasia, jujur dan adil.
Pemilu serentak tahun 2019 merupakan kesempatan berharga bagi Rakyat Indonesia untuk memilih anggota legislatif yang akan memperjuangkan aspirasi rakyat dan sekaligus sarana untuk memilih pemimpin nasional guna mewujudkan cita cita bangsa indonesia.
Melihat konteks pelaksanaan Pemilu tersebut sedapat mungkin Opini kita semua diarahkan bahwa, ajang ini bukanlah untuk membenturkan satu pihak dengan pihak yang lain atau satu kubuh dengan kubuh yang lain. namun sejatinya pemilu serentak ini memilih pemimpin dan bukan mengaduh pemimpin Momen ini harus menjadi ajang unjuk kompetensi,dan kapabilitas untuk mendapatkan kepercayaan rakyat yang akan memilih menjadi pemimpin nasional.
Kita ketahui bahwa penyelenggaraan pemilu serentak tahun 2019 masih terdapat ancaman gangguan hambatan dan tantangan yang dimungkinkan akan menghambat kelancaran penyelenggaraannya. Kita ketahui bersama bawaslu dan polri telah mengeluarkan indeks kerawanan pemilu, yang merupakan pemetaan terhadap kerawanan yang diprediksi akan timbul dalam penyelenggaraan pemilu di setiap daerah pemetaan kerawanan, ini meliputi sisi penyelenggaraan dan sisi keamanan, ketertiban masyarakat, oleh karena itu saya mengajak seluruh stakeholders terkait untuk segera mengenali, menemukan dan menetralisir serta mengatasi hambatan tersebut.
TNI Polri selaku institusi yang bertanggung jawab langsung terhadap pengamanan jalannya prmilu serentak tahun 2019 ini, apabila menemukan adanya kerawanan dan hambatan harus dapat mengambil suatu tindakan tegas sesuai dengan prosedur tetap dan aturan hukum yang berlaku sehingga tidak ada toleransi sekecil apapun bagi pihak pihak yang akan mencoba menggangu jalannya pemiliu serentak yang kita lakukan.
Kegiatan apel ini dilaksanakan secara serentak diseluruh wilayah indonesia baik itu ditinggkat provinsi maupun di tinggkat kabupaten kota dengan melibatkan prajurit TNI-Polri dan komponen masyarakat lainnya. Jumlah kekuatan TNI Polri yang dilibatkan dalam pengamanan pemilu serentak tahun 2019 sebanyak 453.133 orang didukung dengan Alutsista sesuai potensi kerawanan yang ada.
Hal ini kita laksanakan semata mata mewujudkan bahwa negara didukung oleh rakyatnya sangat serius dan bertanggung jawab. dalam melaksanakan tugas pengamanan pemilu serentak tahun 2019 seluruh prajurit TNI Polri yang terlibat mempedomani seluruh prosedur tetap yang berlaku sehingga tindakan yang dilakukan senantiasa terukur sesuai aturan hukum.
Wujudkan sinergitas antara TNI Polri dengan penyelenggara pemilu dan seluruh komponen masyarakat agar setiap permasalahan yang muncul dilapangan dapat dihadapi dikoordinasikan dan dipecahkan bersama
Akhir amanat Menko Polhukam menyampaikan beberapa penekanan untuk dipedomani bersama, pahami tugas pengamanan pemilu serentak, ini adalah kehormatan dan kebanggaan yang tidak dapat dinilai oleh apapun sekalipun menjadi amal ibadah yang akan mendapatkan balasan pahala dari Tuhan Yang Maha Esa jalin sinergitas antara unsur pemerintah,TNI Polri dan seluruh komponen masyarakat guna mewujudkan keamanan dan kelancaran jalanya pemilihan ini.
Dalam pelaksanaan pemilihan Umum tahun 2019 setentak ini tugas Babingsa dan Bhabinkamtibmas harus mampu ikut serta menenangkan masyarakat agar tidak resah dengan menyebarnya berita berita hoax serta, isu sara, menguatnya politik identitas yang dapat mengerus dis integrasi bangsa.
(Bahrun/H. Anwar)
