Tampak kemeriahan saat menggelar Porseni, Senin (24/12).
Jeneponto, NewsMetropol – Kementerian Agama Kabupaten Jeneponto menggelar Pekan Olah Raga dan Seni (Porseni) dalam rangka memeriahkan hari amal Bhakti Kementerian agama ke 73, Tingkat Kabupaten Jeneponto di halaman Kantor Kemenag Jeneponto, Senin (24/12).
Porseni yang diikuti oleh 3243 peserta dari 113 Kontingen asal Kantor Urusan Agama, KKG,MGMP, PI, MA ,MTs dan MI se-Kabupaten Jeneponto dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Sulsel yang di wakili oleh Abd. Wahid Kabag TU Kemenag Sulsel dan dihadiri Kabag Kesra Jeneponto, Nur Alim, Kepala Kemenag Jeneponto Irfan Daming
Kepala Kantor Kementerian Agama Sulsel yang di wakili oleh Abd. Wahid Kabag TU Kemenag Sulsel, dalam sambutannya mengatakan, Kementerian Agama khususnya harus mengedepankan hal-hal yang terkait layanan-layanan masyarakat.
“Dengan makna peringatan Hari Amal Bakti ke 73 Tahun ini, kita semua pada posisi berbeda pandang berbeda warna, tapi dengan perbedaan warna itu tentunya kita bagaimana mengawal dari sebuah indahnya kedamaian,” kata Wahid.
Menurutnya, dengan amal bakti Kemenag ini, akan memberikan makna kita berbeda tapi tetap menjalin kebersamaan demi mewujudkan kedamaian dan kesejukan.
“Harapan kita di Hari Amal Bakti ini, adalah tentunya mengharapkan sebuah perubahan untuk bagaimana bisa menciptakan, memberikan lembaran terbaru dalam menjalin silaturahmi cinta kasih yang ditumbuhkan di sini yang muncul untuk kita bersama,” ujar dia.
Wahid mengatakan, amal bhakti Kementerian Agama dengan tagline ‘Jaga Kebersamaan Umat’ dapat memberikan nuansa baru untuk tetap menjalin silaturahmi, bersamaan dalam memasuki Pemilihan Presiden dan pemilihan legislatif.
“Perbedaan tidak boleh memutus silaturahim kita, apalagi memunculkan sebuah ketidaknyamanan perasaan yang menimbulkan benturan-benturan perasaan tapi walaupun berbeda warna silaturahim di antara kita harus tetap terjalin,” harapnya.
Setelah dibuka, kegiatan dilanjutkan dengan pawai dengan melintasi jalan Lanto Daeng Pasewang, M. Ali Gassing, dengan jarak kurang lebih 2 kilometer.
(Arief)
