Satpol PP Kota Mataram Terkesan Tebang Pilih Razia Spa Esek Esek

Satuan Polisi Pamong Praja Kota Mataram saat menggelar razia Hotel dan SPA yang berada di sekitar wilayah Kota Mataram, Senin (26/2).

Mataram, NewsMetropol – Satuan Polisi Pamong Praja Kota Mataram mengadakan razia Hotel dan SPA yang berada di sekitar wilayah Kota Mataram, Senin (26/2).

Operasi ini menyisir tempat-tempat SPA namun tidak semua tempat di razia.

Namun razia ini dituding terkesan tebang pilih karena hanya dua Spa kecil yang disasar, sedangkan  tempat Spa yang lebih besar selalu luput dari razia.

Pantauan Tim NewsMetropol Spa yang ada di Jalan Pejanggik, Jalan Sriwijaya, Pasar Beras dan Daerah Sayang-Sayang yang menyiapkan wanita-wanita penghibur eks alexis yang bisa dipakai di tempat ataupun bisa diboking keluar luput dari razia.

“Kalau mau dibawa keluar, harus bayar cas dulu di admin sebesar enam ratus ribu rupiah,” ujar Melati (Samaran) pada Tim NewsMetropol.

Melati yang saat ini kerja sebagai terapis di salah satu Spa di Jalan Pejanggik ini pun secara detail membeberkan praktek esek-esek di tempat spa tersebut.

“Untuk short time kita biasa ngambil Rp.700.000 dan untuk Longtime sekitar Rp.2.000.000, tapi biasa variatif tergantung negosisasi,” ujar Melati lagi.

Baca Juga:  Pantai Tanjung Susu Luwu Timur Dikunjungi Bupati Lira

Melati bukanlah satu-satunya yang menerima job haram itu, di tempat itu setidaknya ada 14 orang perempuan yang siap melayani hidung belang.

Geliat praktek prostitusi ini juga terlihat di beberapa Hotel Bintang di daerah Cakranegara.

Para penjahat asusila inipun disiapkan mess sebagai tempat tinggal mereka.

Namun, lagi-lagi tempat praktek prostitusi ini tidak tersentuh Sat Pol PP.

Selain indikasi tebang pilih, ada indikasi razia pesanan yang dilakukan oleh sat Pol PP karena dalam razia ini tidak melibatkan aparat kepolisian setempat.

“Saya tidak tahu adanya operasi razia Spa karena tidak ada informasi dari Pol PP ke kantor,” kata Ipda Agus Rachman, Kapolsek Mataram saat di konfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Saat raziapun pemberlakuan dalam pemeriksaan berbeda-beda, ada yang diperiksa sampai diancam akan ditutup dan ada juga yang hanya stop melihat plang tempat Spa lalu pergi.

Saat ingin dikomfirmasi terkait razia yang terkesan unik ini, Budi Warton, SSTP Kabid Sumber Daya Aparatur Pol PP Kota Mataram yang mempimpin razia tersebut tidak bersedia memberikan keterangan kepada wartawan.

Baca Juga:  Anggota DPRD Bone A Muh Salam Lilo AK Kritik Keras Pemberitaan Dinilai Manipulatif dan Menyesatkan

“Nanti saja sama pak kasat Pol PP, ini bukan kewenangan saya,” ucap Budi sambil berlalu.

Kasat Pol PP yang dikonfirmasi via telepon terkesan menghindar termasuk kepada  awak media yang mendatangi Kantor Sat PP di Jalan Lingkar Selatan.

Sementara itu Gede salah seorang pemilik salah satu hotel & spa di Mataram kepada Media ini mengaku menyayangkan razia ini.

“Untuk cek ijin usaha saya aja harus menurunkan satu kampung petugas, ijin saya lengkap koq,” ujar Gede.

Lebih lanjut, orang yang getol mempromosikan daerah pariwisata ini pun secara tegas menepis anggapan kalau di tempat usahanya ada praktek haram.

“Kalau ada karyawan saya yang terbukti melakukan spa plus-plus langsung saya pecat dan saya tuntut karena itu mencoreng tempat usaha saya,” tegasnya.

Gede pun mencurigai, razia kali ini karena persaingan bisnis dan iri hati karena tempat-tempat yang disinyalir sebagai tempat praktek haram tidak tersentuh aparat penegak hukum.

(Amrin/Rahmat)

KOMENTAR
Share berita ini :