IMG-20220120-WA0008

Penulis : Moh. Sakban/Gerbang Indonesia | Editor : Febry Ferdyan

SAMPANG, newsmetropol.id – Sekolah Perempuan (SP) Bintang Sembilan Sampang Madura mengadakan acara camping antar iman yang dilaksanakan di Pantai Mangrove Kecamatan Sepuluh, Kabupaten Bangkalan, Madura pada Rabu (19/01/2022).

Sekolah yang dikhususkan untuk mengembangkan potensi perempuan agar bisa maju dan berdiri sendiri serta bisa menghargai diri sendiri ini merupakan satu-satunya organisasi perempuan di kota Sampang yang sangat aktif belakangan ini dalam mengadakan kegiatan-kegiatan positif di bidang social kesetaraan gender di Kabupaten Sampang, kali ini mereka mengadakan acara yang sangat keren yang tak kalah bagusnya dari acara-acara sebelumnya.

Acara kali ini dalam tema “Bingkai Kebhinekaan Yakni Camping Antar Iman” yang digagas langsung oleh SP Bintang Sembilang Sampang, seperti yang dikatakan oleh Ketua SP Bintang sSembilan Mbak Rizqi panggilan akrabnya.

“Acara ini diadakan sebagai wujud dari refleksi teman-teman anggota SP Bintang Sembilan dari tahun 2021 menuju tahun 2022 dimana teman-teman sangat antusias untuk mewujudkan penghargaan bagi diri sendiri dan orang lain khususnya yang berbeda keyakinan dengan diri kita, dengan organisasi kita, dengan agama kita,” ucapnya Mbak Rizqi yang kala itu didampingi oleh Ketua Koordinator Organisasi Aman Indonesia Jawa Timur.

Seperti yang dilansir pada media Gerbang Indonesia, bahwa Ketua Koordinator Organisasi Aman Indonesia Jawa Timur saat itu mengatakan, jika seluruh rangkaian acara ini mempunyai modul seperti buku pada sekolahan pada umumnya, dimana di modul kali ini penekananya lebih peserta bisa merefleksikan, mengembangkan serta mempratikkan materi-materi yang sudah dituangkan dalam acara itu kedalam kehidupan sosial mereka sehari-hari,

Sekedar diketahui jika SP Bintang Sembilan Sampang ini sudah berdiri hampir lebih 3 tahun, tetap konsisten didalam memperjuangkan hak-hak perempuan terkhusus perempuan yang tertinas,yang kurang percaya diri dan juga kaum-kaum yang termarjinalkan di masyarakat.

“Kami bahkan turun ke lapangan langsung dalam beberapa konflik di daerah sampang, bahkan kami melakukan pembingbingan,pengajaran serta pendampingan kepada para ibu-ibu rumah tangga yang terkena kasus KDRT, atau konflik lainnya seperti kaum termarjinalkan kaum syiah sampang, bahkan sampai detik ini kami masih terus melakukan konsolidasi dan dukungan kepada kelompok syiah ini,” ungkapnya.

Acara camping antar ini diadakan dalam dua sesi yaitu sesi online by zoom meeting dan sesi offline yang diadakan dengan tema camping khusus perempuan di pantai mangrove Kecamatan Sepuluh Kabupaten Bangkalan.

Semua sudah diatur sedemikian apik oleh pihak panitia, demi untuk mewujudkan acara ini, bahkan pemilihan tempat juga menjadi pertimbangan khusus dari panitia, mereka memilih tema camping di pantai agar peserta bisa lebih rileks dan lebih akrab satu sama lain, walaupun mereka berbeda dalam keyakinan dan keagamannya, sebagaimana yang diucapkan ummi kalsum koordinator lapangan.

“Iya mas, kami memilih tempat ini dengan penuh pertimbangan, pertama karena pertimbangan situasi, kondisi yang aman, kedua karena disini terdapat tempat untuk semacam berteduh di saat hujan,” katanya.

SP Bintang Sembilan merupakan ranting atau simpul daripada organisasi kemasyarakatan khusus perempuan yaitu The Asian Muslim Action Network (AMAN) Indonesia, AMAN Indonesia adalah jaringan Muslim dan non Muslim baik individu maupun institusi di Asia. AMAN Indonesia bekerja untuk mempromosikan keadilan dan perdamaian, termasuk pemberdayaan masyarakat, dialog antar umat beragama, serta advokasi atas hak-hak asasi manusia dan perempuan.

Sementara itu di lain pihak peserta berharap kedepannya di Sampang terjadi kerukunan antar umat beragama tanpa harus membedakan ras, warna kulit, dan iman ataupun agama.

“Saya berharap kedepannya agar saling menghargai, saling bertoleransi antara umat manusia, sehingga timbul keharmonisan di kalangan masyarakat tanpa memperdulikan unsur SARA,” ungkap Caca sapaan akrab siswa yang diketahui berkeyakinan berbeda dari kebanyakan peserta lainnya.

Dalam acara itu dihadiri beberapa peserta yang berbeda keyakinan seperti dari peserta agama Islam, Kristen dan Buddha/konghucu, tampak mereka sangat antusias dalam melaksanakan kegiatan ini, dari jadwal materi pengutan potensi perempuan,hingga permainan atau outbond.

KOMENTAR
Share berita ini :