Lebak, Metropol – Proyek peningkatan pengasapalan jalan untuk transportasi pedesaan di Desa Cikadongdong, Kecamatan Cigemblong, Kabupaten Lebak diduga asal-asalan dalam pengerjaannya.
Berdasarkan data yang dimiliki Metropol, pengaspalan jalan desa tersebut, senilai Rp. 581.276.000,- dengan volume 1.500 meter dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lebak tahun anggaran 2016.
Hasil pantauan tim Metropol, kondisi pengaspalan sudah mulai retak dan bergelombang. Sementara informasi dari masyarakat setempat, bahwa jalan tersebut belum dilalui kendaran roda empat, melainkan hanya dilalui roda dua saja.
Menurut Sekdes Cikadongdong, Ade mengatakan, pengerjaan proyek peningkatan pengaspalan jalan tersebut di kerjakan oleh CV Mulya Jaya Sakti.
“Kami dan warga masyarakat Cikadongdong merasa kecewa, karena pengerjaanya diduga asal-asalan. Baru dilalui kendaraan roda dua saja aspalnya sudah amuradul, belum lagi kendaran roda empat, satu kali lewat saja pasti ambles,” ujarnya.
Salah satu tokoh masyarakat pun ikut angkat bicara. Ia mengatakan, “bila hasilnya seperti ini. Masyarakat sangat kecewa dan tidak mau menerimanya, karna tidak sesuai dengan apa yang diharapkan,” katanya.
Ia berharap agar Pemerintah Kabupaten Lebak dan penegak hukum bisa meninjau lokasi proyek tersebut, supaya uang rakyat jangan terbuang begitu saja.
“Kami sebagai masyarakat berharap agar pemerintah bisa memperhatikan pengerjaan peningkatan jalan pedesaan ini. Jangan hanya menghamburkan uang negara yang berimbas merugikan masyarakat banyak,” pungkas tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya, Senin, (20/16).
Menurut Kepala Desa Cikadongdong, Tatang Muhidin mengatakan, “jalan lintas desa dari APBD saya pegang RAB nya. Pengerjaan jalan ini tidak sesuai dengan anggaran. Malah asal-asalan,” katanya.
Ditambahkannya, “kalau dikerjakan sama kepala desa. Gak mungkin seperti itu,” kata Tatang Muhidin, ketika ditemui Metropol.
(Tim Metropol)
