KH

Calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama para seniman Padepokan Gunung Wukir Kota Batu, Kamis (22/2) .

Batu, NewsMetropol – Calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Nawa Bhakti Satya bertujuan memuliakan masyarakat Jatim. Hal itu disampaikannya saat kunjungan ke Padepokan Gunung Wukir Kota Batu, Kamis (22/2) kemarin.

Selain itu, dalam sambutan dihadapan 20 grup kesenian yang ada di Kota Batu, Cagub nomor urut 1 ini menggaungkan rencana programnya dalam mengurangi kemiskinan di Jawa Timur melalui Jatim Sejahtera, sementara untuk mengurangi pengangguran dengan meluncurkan program Jatim Kerja dan Jatim Harmoni  yang mewujudkan keselarasan dengan para seniman dan budayawan.

Khofifah meyakini hal tersebut menjadi bagian penguatan dialog budaya, dia mencontohkan ada budaya Arek, budaya Mataraman, budaya Oseng, budaya Tengger, budaya Madura dll.

“Semua itu sumber kekuatan yang kita maknai sebagai keberagaman sunnahtullah yang niscaya mempunyai tujuan akhir kesatuan. Seperti Bhineka Tunggal Ika (Berbeda beda tetap satu) yang diikat oleh Pancasila,” paparnya.

Selain itu, dia menyebut kunjungannya ke Padepokan Gunung Wukir adalah pertemuan pikiran seniman lintas agama dalam perumusan peran seniman, produk budaya dan kesejahteraan.

Disinggung perolehan suara yang ditargetkan untuk Kota Batu pada Pilgub bulan Juni mendatang. Khofifah dengan tegas menjawab, tidak seorangpun berhak menafsirkan, namun pihaknya tetap mengedepankan navigasi program dalam penyiapan RPJMD.

Kepada Metropol Ketua Paguyuban Gunung Wukir, Ki Iswandi menjelaskan, untuk menyambut kedatangan Khofifah telah menyuguhkan Tarian Sugeng Rawuh bersama pertunjukan sembur geni, barong geni dan juga Didi Keblowok yang artinya jaman dulu perempuan dianggap hanya dibelakang, namun sesungguhnya derajatnya adalah sama.

Acara silaturahmi juga dihadiri 20 grup kesenian Kota Batu diantaranya Grup Bantengan, Grup Karawitan, Grup Campursari, Grup ,Sanduk, Grup Tari, mereka sangat merespon karena dalam kunjungan diisi penyatuan pemikiran seniman masyarakat Malang raya, agar produk seni mereka bisa ditampilkan  secara berlanjut.

(Yud/Rin)      

KOMENTAR
Share berita ini :