Jembatan di Desa Tapitapi

Kendari, Metropol – Masyarakat Desa Tapi-Tapi Kecamatan Marobo Kabupaten Muna Sultra berharap aparat penegak hukum di Sultra mengusut tuntas kasus Jembatab Titian di desa tersebut. “Kami harus ke mana lagi pak untuk mengadukan permasalahan yang ada di desa kami,” ujar Didda salah satu Tokoh masyarakat Desa Tapi-Tapi kepada Metropol beberapa waktu lalu.

Dikatakannya akibat permasalahan tersebut, kini di desanya telah terjadi suasana yang tidak menyenangkan antara Pemerintah Desa dan masyarakatnya. “Yang ada saling curiga, tidak ada lagi rapat-rapat bahkan bahasa-bahasa kurang enak sering keluar,” ujarnya lagi.

Didda yang juga Anggota BPD Desa Tapi-Tapi mengatakan, selama ini kasus tersebut telah disampaikan kepada para pejabat terkait, namun penyelesaiannya hingga kini belum menjawab pertanyaan yang ada di benak warga. Bahkan kata dia kasus ini telah dipublikasikan di beberapa media termasuk media nasional.  “Kasus ini sudah diketahui oleh Camat Marobo dan Kepala BPMD Kabupaten Muna, namun belum ada tindakan dari mereka untuk pemerintah desa,” ujarnya.

Baca Juga:  Polda Banten Peringatkan Masyarakat Soal Potensi Cuaca Ekstrem Berdasarkan Informasi BMKG

Menurut Didda, kasus Jembatan Titian tersebut diduga telah merugikan keungan negara hingga ratusan juta rupiah. Oleh karenanya dirinya mengharapkan aparat penegak hukum jeli untuk mengungkap kasus tersebut. “Kalau dihitung-hitung bisa ratusan juta yang menguap,” imbuhnya.

(Tim Metropol Sultra)

KOMENTAR
Share berita ini :