KRI Dr Soeharso 990, saat sandar di Dermaga Bungkutoko, Kendari, Sulawesi Tenggara, Minggu (17/3).
Kendari, NewsMetropol – Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Dokter Soeharso 990, merupakan satu satunya kapal Perang bantu Rumah Sakit dari sekian banyak kapal perang Republik Indonesia kini singgah di Dermaga Bungkutoko, Kendari, Sulawesi Tenggara, Minggu (17/3).
Sekilas sejarah riwayat KRI Dr Soeharso 990. Soeharso, adalah putra dari Raden Sastrosoeharjo, lahir pada tanggal 13 Mei tahun 1912 di Desa Kembang Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali.
Lulus dokter pada tahun 1939, Soeharso dianugrahi gelar Indische Art, dan mulai bekerja di CBZ (RSU) Surabaya sebagai Asisten bedah, lalu tahun 1941 menikahi Djohar Insidjah putri dari Dokter Agusdjam di Pontianak.
Pada tahun 1945 bersama kawan kawanya mendirikan PMI (Palang Merah Indonesia) Cabang Surakarta untuk membantu para Pejuang kemerdekaan. Setahun berikutnya bersama Suroto Reksopranoto terpanggil untuk membuat Prothesa dan orthosa, karena melihat banyaknya pemuda yang cacat akibat perang.
Pada tanggal 27 Pebruari 1971, Dr Soeharso wafat dalam usia 59 tahun di Surakarta dengan meninggalkan satu istri dan tiga putra, untuk mengenang jasa Dr Soeharso terhadap NKRI, maka nama Dr Soeharso digunakan sebagai kapal rumah sakit, yaitu KRI Dr. Soeharso dengan no 990.
Komandan Lanal Kendari Kolonel laut (P) I Putu Darjatna, mengatakan, KRI Dr.Soeharso 990, merupakan Kapal Rumah Sakit terapung milik TNI AL.
“KRI Dr Soeharso ini berukuran panjang 132 (seratus tigapulu dua) meter dengan lebar 22 (duapuluh dua) meter dan memiliki 2 (dua) geladak pesawat helicopter,” ujar Danlanal kepada awak media.
Selain itu, lanjut Danlanal Kendari, kapal ini juga memiliki beberapa fasilitas ruangan poli kerja Dokter, memiliki ruangan Unit gawat darurat (UGD), 3 (tiga) ruang Bedah, 6 (enam) ruang Poli spesialis dan memiliki ruangan ICU serta dua ruangan perawatan, masing masing ruangan dapat menampung sampai 20 (duapuluh) orang .
“Kapal ini memiliki standar peralatan seperti halnya dirumah sakit tngkat dua , selain itu kapal ini juga membawa dua unit Landing Craft Utility ( LCU ) masing masing dapat mengangkut dua kendaraan besar, juga bisa mengangkut 150 ( seratus limapuluh) personel yang bertujuan memobilisasi diperairan yang dangkal,” jelasnya.
Danlanal juga mengungkapkan bahwa, kapal KRI Dr. Soeharso mengadakan Open Ship selama dua hari terhitung tanggal 18 – 19 Maret jika masyarakat ingin meliat liat kapal ini lebih dekat bahkan bisa naik diatas kapal dimulai jam 10.00 pagi wita sampai pukul 17 .00 sore.
Kapal ini merupakan Kapalperang Republik Indonesia kebanggaan bangsa kita dengan memiliki landasan pesawat yang bisa menampung tiga helikopter juga dapat menampung 40 (empat puluh) buah mobil.
(Bahrun/H. Anwar)
