KampanyePornografi

Tampak Kepala Sekolah SMPN 1 Malang, Drs. Budi Santoso, MM.,  para pemateri dari HIMPSI Malang dan siswa siswi SMPN 1 Malang saat kampanye sekolah bebas pornografi, Rabu (12/12).

Malang, NewsMetropol – Menurut Kepala Sekolah SMPN 1 Malang, Drs. Budi Santoso, MM.,  bahwa bahaya pornografi menyebabkan kerusakan pada lima bagian otak, terutama pada Pre Frontal Cortex (bagian otak yang tepat berada di belakang dahi).

Dijelaskannya, kerusakan ini membuat prestasi belajar menurun, orang tidak bisa membuat perencanaan, tidak dapat mengendalikan hawa nafsu dan emosi serta tidak dapat membuat keputusan yang manusiawi. Seperti halnya narkoba, pornografi sama-sama membuat kecanduan dan merusak otak, namun pecandu pornografi dapat memenuhi kebutuhannya kapan saja dan di mana saja tanpa diketahui orang lain, sehingga sulit di deteksi.

Bahaya inilah yang membuat Kepala Sekolah SMPN 1 Malang itu mengandeng Psikolog dari Himpunan Psikologi Cabang Malang menggelar kampanye sekolah bebas pornografi di ikuti sekitar 750 Siswa yang di bagi dalam 3 sesi, Rabu (12/12).

“Kegiatan ini sangat penting untuk membekali peserta didik kami agar anak didik kami menjadi siswa yang berprestasi tinggi, tidak terjerumus pada pengaruh pornografi dan pergaulan seks bebas yang akhir-akhir ini sangat mengkhawatirkan,” ungkapnya.

Kampanye Sekolah Bebas Pornografi di pandu 3 Psikolog Himpsi dan 3 asisten pendamping dari UM dan Unmer ini di bagi 3 sesi dalam bentuk kegiatan yang sangat interaktif. Siswa diajak yel-yel, berteriak bersama meluapkan kegembiraan, di ajak membunyikan musik sampai diajak berjoget bersama. Kegiatan menjadi lebih santai penuh canda dan humor, meriah dan seru karena kepala sekolah dan wakil kesiswaan hadir menyaksikan dan terlibat bersama.

Sesi pertama yang di pandu Dian Sudiono Putri, M.Psi  didampingi Birgita Alvina. Dian menjelaskan, awal mula diajak brainstorming menjabarkan beberapa bentuk tindakan pelaku yang mengarah ekspoitasi seksual dan pornografi.

“Intinya siswa diajak lebih waspada bahaya internet dengan konten pornografi. Siswa hendaknya menggunakan internet sesuai kebutuhan dan dapat bertanggung jawab serta menerima resiko, jelasnya.

Dian juga memberikan kiat penggunaan gadget dan internet oleh siswa. Pertama, pelajari sarana dan kandungan informasi yang ditawarkan oleh internet. Kedua, tidak menjawab email atau chat dari orang yang tidak dikenal. Ketiga, tidak memberikan data pribadi kepada orang yang baru dikenal. Keempat, tidak gegabah merencanakan pertemuan dengan orang yang baru dikenal, dan Kelima, mengaktifkan pengaturan keamanan di setiap fitur perangkat gadget.

Di sesi kedua, Andia Kusuma Damayanti, M.Psi., dipandu oleh Muhammad Iqbal memberikan strategi bagaimana menghindari bahaya pornografi. Diantaranya pertama, siswa mengurangi pergaulan dengan teman yang memiliki perangai negative; Kedua, siswa mengisi waktu luang dengan kegiatan yang lebih bermanfaat; Ketiga, siswa lebih aktif berkomunikasi dan bertanya pada orang tua; Keempat, penyuluhan atau sosialisasi dan menempelkan pamflet anti pornografi di sekolah; dan Kelima, selain itu memperbanyak belajar agama dan rajin beribadah adalah cara efektif untuk pornografi.

Beda halnya dengan Dr. Sumi Lestari., S.Psi., M.Si yang di moderator oleh Fiolita Indah Puspitasari di sesi ketiga. Pemateri menanyangkan film pendek yang berisikan tentang dampak pornografi secara sosial dan psikologis serta ciri-ciri adiksi pornografi dan bagian-bagian tubuh yang boleh disentuh dan tidak.

Siswa dicengangkan dengan data dan fakta penelitian tentang pornografi pada remaja dan data tingginya seks bebas remaja, faktor penyebab dan dampaknya terhahap kerusakan otak pre frontal cortex dimana otak inilah yg mengatur tetang kepribadian dan etika.

(Yudi/Rin)

KOMENTAR
Share berita ini :