Blitar, Metropol – Bruk, sebuah gazebo terbuat dari beton ambruk. Agenda sebuah liburan sambil latihan voli sembilan pemuda asal Dusun Kedungbulus, Desa Sumberkembar, Kecamatan Panggungrejo, tiba–tiba sebuah gazebo tempat mereka berteduh yang tiangnya terbuat dari beton itu ambruk, Minggu (8/2).
Akibatnya, 2 tewas dan 3 luka. Sementara empat pemuda lainnya selamat. Dua wisatawan yang tewas Rahel Junaidi, 18, dan Susilo, 21, keduanya tewas dengan luka remuk di bagian kepala dan badannya tertimpa beton yang beratnya ratusan kilogram. Sementara yang luka–luka Santo (17), Noven (19), dan Bina (19). Mereka hingga kini masih dirawat intensif di IGD RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. Rata–rata lukanya memar dan lecet di bagian lutut dan bagian kepala.
Informasi yang di dapat Metropol, peristiwa terjadi sekitar pukul 12.00 tersebut, berawal saat Sembilan pemuda itu sedang liburan dan bermain di Kawasan Pantai Serang, mereka dengan mengendarai sepeda motor dan tiba di pantai yang masuk wilayah pantai selatan itu sekitar pukul 09.00 WIB, setiba di bibir pantai mereka menikmati keindahan pantai dan berlatih voli, karena tak lama lagi ada pertandingan bola voli antar desa. “Kami datang langsung latihan. Ya ada yang lari-lari dan pemanasan,” ungkap Noven, salah seorang korban luka saat ditemui di UGD RSUD Mardi Waluyo.
Karena terik panas, salah satu tujuan untuk istirahat, yakni gazebo yang terletak di bibir pantai. Jaraknya sekitar 200 meter dari lokasi pantai. Gazebo itu tiangnya terbuat dari beton setinggi 3,5 m. sementara ukuran sekitar 2×2 meter dan atapnya terbuat dari genteng dan usuknya balok kayu. Di lokasi pantai ada sekitar empat gazebo. Salah satu itulah yang menjadi tempat berteduh seraya istirahat. Para pemuda itu awalnya sadar jika gazebo sudah terlihat reyot. Beberapa diantaranya terlihat miring hingga terlihat membahayakan. Tanpa curiga sama sekali, langsung duduk begitu saja.
Petaka pun terjadi, beberapa menit kemudian terdengar suara brukk, yang dibarengi dengan jeritan dan rintihan. “Tiba–tiba langsung ambruk. Kami langsung kaget. Padahal tidak ada angin kencang waktu itu,” ujar Noven yang mengalami luka lecet di sekujur tubuhnya.
Ketika petaka terjadi sejumlah pengunjung yang melihat kejadian tersebut, langsung menghampiri untuk memberikan pertolongan. Mereka yang selamat dibawa ke tempat yang aman. Evakuasi sempat kesulitan. Karena beberapa diantaranya tertimpa benda berat. Polisi yang menerima laporan dari pengelola pantai, langsung menuju ke KTP. “Anggota dari Polsek Panggungrejo, kami perintahkan untuk mengamankan TKP,” ungkap Kapolres Blitar AKBP Muji Edhiyanto.
Usai mengevakuasi kedua korban, Polisi langsung olah kejadian perkara. Ketika perkara terjadi beberapa pemuda ada yang sontak melompat dari gazebo maut. Namun, tak semuanya berhasil menyelamatkan diri. Lima diantaranya tertimpa karena posisi duduknya tepat di tengah-tengah gazebo. “Saya sempat lompat, tapi telat. Makanya, kepala saya sempat kejatuhan balok kayu,” ujar Bina, yang mengalami luka robek di kepala bagian belakang, dan dirawat di sebelah Noven, temannya.
Setelah kejadian Polisi pun langsung bertindak. Guna menghindari hal–hal yang tidak diinginkan, akhirnya empat gazebo yang terletak tak jauh dari lokasi kejadian dipasangi garis Polisi. Karena gazebo mulai bentuk hingga strukturnya semuanya sama. “Agar tidak digunakan lagi untuk istirahat, sementara lokasi kami garis Polisi,” kata Kapolres Blitar di tempat kejadian ketika ditemui wartawan ini. (IP)
