IMG-20220516-WA0032

Penulis : Efraim Baitanu Fan | Editor : Febry Ferdyan

NTT, newsmetropol.id – Dalam rangka membangkitkan kembali semangat gotong royong masyarakat yang hampir punah di tengah masyarakat desa, Forkopimcam Fatumnasi Kabupaten TTS bersama masyarakat Desa Nenas bekerja bakti bersama bergotong royong membangun kolam ikan di kaki gunung mutis, Jumat (13/05/2022).

Camat Fatumnasi Dominicus Chr Manu. SIP., di lokasi kegiatan mengatakan, bahwa kehadiran Forkopimcam dan staf untuk memberikan dorongan dan motivasi masyarakat untuk bergotong royong mempertahankan jejak leluhur yang hampir punah agar terus berkreasi dan berinovasi, tidak saja bertani pekebun dan peternak tetapi juga bisa bertani perikanan dengan membudi daya ikan air tawar.

BACA JUGA : Lengkapi BAP, Aparat Polres dan Kejari TTS Rekon Kasus Oknum Anggota DPRD TTS dan Istri di Noemuke

BACA JUGA : Usai Diberikan Makanan dan Minuman, Korban Terjatuh Pohon Meninggal Dunia di TTS

Selain itu dengan membangun beternak ikan akan meningkatkan nilai ekonomi masyarakat kedepannya dengan tujuan utama untuk menekan angka stunting di Desa Nenas karena dengan mengonsumsi ikan yang banyak daaya ingat anak meningkat, termasuk pertumbuhan anak meningkat akibat protein yang lahir dari mengonsumsi ikan setiap hari sehingga persoalan stunting bisa teratasi.

“Dengan demikian semangat gotong royong yang ada kami dari Pemerintah Kecamatan hadir untuk memberikan dukungan dan motivasi agar masyarakat dapat berkembang dengan baik dan dapat memanfaatkan potensi alam seperti sumber air yang melimpah yang dapat digunakan untuk berkresi mengelola potensi yang ada, termasuk mengelola managemen ekonomi keluarga yang semakin kompleks, mandiri, sejahtera dan akuntabel,” tutup Camat Manu.

Sementara itu Sekcam Fatumnasi Joel Sonbai, SH., MH., mengatakan, bahwa kegiatan bakti bersama masyarakat yang merupakan program Camat adalah untuk memotivasi masyarakat, membangkitkan semangat gotong royong yang nantinya dapat merubah mainset kehidupan yang lebih baik dan tidak bergantung kepada pemerintah.

“Dengan berbagai bantuan yang tentunya secara moral memanjakan masyarakat untuk tidak mandiri tetapi hidup bergantung terus menerus sehingga mengakibatkan masyarakat miskin dan persoalan stunting meningkat,” katanya.

Sekcam Fatumnasi menjelaskan, bahwa tujuan utama pendampingan adalah jika masyarakat sehat maka pasti sejahtera, kendati demikian jika masyarakat sakit maka kesuksesan pasti tertunda.

“Itu sebabnya pemerintah melalui Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Fatumnasi kami berkolaborasi hadir di tengah masyarakat untuk mendampingi masyarakat bekerja bergotong royong membuat kolam ikan guna menekan angka stunting di Kabupaten TTS khusunya di Kecamatan Fatumnasi dan Desa Nenas,” katanya.

“Selanjutnya kami bermimpi suatu saat Desa Nenas ini dijadikan sebagai Desa Agrowina Wisata, di mana orang datang menikmati keindahan alam dengan panorama yang memantik dan udara segar di kaki gunung mutis, orang juga dapat memancing ikan sambil menikmati suasana dan menghilangkan stres tentunya itu tujuan dan harapan kami kedepan,” pungkas Sekcam Joel Sonbai.

Selain itu dalam mendukung Pemerintah Kecamatan Fatumnasi dari berbagai sektor Bripka Rian Taus Kapospol Fatumnasi juga turut berkomentar mengatakan, bahwa kegiatan gotong royong yang dilakukan ini,merupakan himbauan kepada masyarakat akan pentingnya menjaga situasi Kamtibmas yang dimiliki oleh semua orang dan bukan hanya TNI-Polri sehingga penting dilakukan karena itu kerja sama pemangku kepentingan dalam berbagai hal sangat diperlukan.

Menurut dia dengan adanya kegiatan positif seperti ini dapat menekan berbagai pikiran masyarakat yang menjurus kepada hal-hal negatif seperti miras dan hal-hal kriminal lainnya karena bagaimanapun ketika masyarakat sibuk dengan bergotong royong dengan sendirinya pikiran yang miris untuk berbuat jahat tidak akan mungkin terjadi.

“Masyarakat akan terhindar dari berbagai hal-hal negatif dengan sendirinya situasi kamtibmas di lingkungan masyarakat aman dan kondusif,” imbuhnya.

Usai melakukan pembuatan kolam ikan air tawar Ayub Fobia, STp., Ketua Kelompok Tani Budidaya Ikan air tawar Laime Desa Nenas mengatakan, bahwa awal terbentuknya kempok tani perikanan ini adalah termotivasi dari semangat gotong royong dan banyak tantangan sejak awal di bentuk, namun dengan semangat kebersamaan yang lahir pada TA 2019 terus berproses hingga TA 2020 dan tahun 2021 kelompok Laime yang bergerak di bidang perikanan dapat dikukuhkan oleh Dinas Perikanan.

“Dengan demikian, lanjut Ayub, karena sudah defenitif kelompok tani Laime didasari SK Bupati, maka saat itu juga Dinas Perikanan memberikan bantuan benih ikan jenis karpet sebanyak 5000 benih dan pakan yang cukup banyak untuk dikembangkan dengan memanfaatkan potensi air yang melimpah di kaki gunung mutis ini,” katanya.

Untuk itu pihaknya menyampaikan terimakasih yang tulus kepada pemerintah Kecamatan Fatumnasi, Pemerintah Desa Nenad atad motivasi dan pendampingan dari awal terbentuknya kelompok Laime hingga saat ini.

“Kiranya Tuhan yang balas semuanya, selain itu pihaknya bermimpi ke depan Desa Nenas menjadi Desa penyedia ikan air tawar terbesar khusus di Kab TTS, bahkan di NTT secara keseluruhan kalau dapat Desa Nenas menjadi pemasok ikan air tawar terbesar di NTT,” tutup Ayub.

KOMENTAR
Share berita ini :