Tokoh Masyarakat, Willy Suhendi, SH
Bogor, Metropol – Kedatangan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya saat peresmian pabrik tailing PT Antam UBPE Pongkor Bogor, ternyata sangat dinanti-nanti kedatangannya oleh warga Kampung Ciguha.
Willy Suhendi, tokoh masyarakat Kampung Ciguha mengatakan, ”warga sangat kecewa sekali. Dari pagi hingga sore kedatangannya ditunggu-tunggu di kampung kami. Namun tak kunjung juga,” ungkapnya.
Kampung Ciguha yang keberadaannya di tengah wilayah PT Antam tersebut, sejak pasca penertiban Peti tidak pernah dapat kunjungan dari pejabat pemerintah pusat maupun pemerintah daerah setempat.
Menurut Willy, warga merasa pemerintah keberpihakannya hanya kepada perusahaan saja, bukan kepada masyarakat. Lanjutnya dikatakan, hal tersebut terlihat hanya sebatas mendengarkan penjelasan dari pihak-pihak perusahaan dan tertentu. Sementara penjelasan dari sebagian kecil yang mengatasnamakan masyarakat hanya ceremony pencitraan saja, bukan kenyataan sebenarnya.
“Warga kami bukan perampok dan warga kami bukan penjahat. Warga kami hanya sebatas untuk bertahan hidup. Jika salah luruskanlah dan berikan solusinya, serta fasilitasi,” ungkapnya.
Willy yang mewakili warga Kampung Ciguha ini mengungkapkan sebuah perumpamaan dengan mengatakan, “sandainya ada pemberian satu buah roti, maka yang sampai hanya sepotong roti dan seandainya ada sebuah teriakan maling, maka itulah maling teriak maling. Beginilah faktanya disini,” ungkapnya.
Lanjutnya mengatakan, “jangan dengarkan apa yang saya utarakan. Buktikanlah, turun ke masyarakat, lihat dan dengarkan suara masyarakat. Tapi turunya jangan diketahui, nanti diseting lagi,” katanya dengan nada sindiran.
(Rahman E/Juhri S)
