Vice CEO Label ProAktif, Restu Maharani.
Jakarta, NewsMetropol – Kerjasama antara label musik ProAktif dengan pesinetron dan juga penyanyi Syakir Daulay berujung ke ranah hukum.
Pihak label yang telah melahirkan puluhan penyanyi top ini mengungkap sikap syakir yang telah melanggar kesepakatan, bahkan belakangan cenderung membangun opini seolah-olah terzolimi.
Vice CEO Label ProAktif Restu Maharani mengatakan, ketidak konsistenan Syakir Daulay itu ditunjukkan setelah lagu Aisyah Istri Rasulullah yang diproduksi ProAktif dan dibawakan oleh Syakir Daulay, menjadi tranding nomor 1 di channel youtube.
“Kerja sama pada awalnya baik-baik saja, bahkan Syakir memenuhi apa yang menjadi kewajiban dia sebagai penyanyi. Tapi ada aroma ketidak beresan dia tunjukkan, ketika lagu Aisyah Istri Rasulullah menjadi hits dan tranding. Dia mulai susah diajak koordinasi. Sikap yang ditunjukkan sangat mengecewakan, diantaranya dengan mengungkit kembali kontrak kerja sama pembelian channel youtube yang sudah di tanda tangani. Ini kan aneh, kalau mau mempermasalahkan seharusnya sejak awal,” kata Restu Mahardani, Rabu (5/5).
Padahal kata dia, awal mula kerja sama, berangkat dari keinginan pihak Syakir yang menyerahkan pengelolaan channel youtube yang isinya vlog itu ke pihak ProAktif.
“Tentu saja, kami tidak begitu saja menerima kerja sama itu. Kami lewat Tim, melakukan analisa secara komprehenship terkait channel Syakir Daulay. Hasil analisa Tim Digital kami, melihat prospek channel itu tidak visible secara bisnis, pada awalnya kami tidak berani ambil,” kata Restu lagi.
Menurutnya, hasil analisa argoritma verenue channel tersebut dalam 6 bulan terakhir menunjukkan pendapatan per bulannya yang minim.
Tapi lanjut dia, dilandasi niat baik dan ingin membantu, akhirnya dicapai kesepakatan dengan pengambil alihan secara full, dimana Syakir tetap mendapatkan royalti sebagai penyanyi atau pengisi audio visual untuk semua platfom digital.
“Kewajiban kita sudah kita laksanakan, diantaranya menyiapkan produksi, hak dia juga sudah kita berikan. Tapi dia mulai mengingkari, dengan mengatakan bahwa channel itu masih milik dia, bahkan dengan dalih mau kembalikan uang, dan lain-lain. Kita kan jadi bingung dengan sikapnya,” terangnya.
Dia juga mengatakan bahwa dalam kerjasama tersebut yang menjadi pegangan masing-masing pihak adalah itikat baik dan komitmen yang telah ditanda tangani.
Restu menegaskan bahwa sikap Syakir yang didukung keluarganya, mulai tidak konsisten.
Restu juga menyayangkan respon Syakir yang tidak memanfaatkan secara baik ruang dialog yang disiapkan secara kekeluargaan oleh pihaknya.
“Bahkan sikapnya cenderung kontra produktif, dlam postingan di sosmednya, cenderung melakukan fitnah, dengan mengatakan channel youtubenya telah dibajak orang,” imbuhnya.
“Kami sudah meminta dia melakukan klarifikasi dan permintaan maaf atas postingannya, tapi tidak dia lakukan. Makanya kami menempuh jalur hukum,” tuturnya.
Restu juga menuturkan bahwa pada Rabu (4/5), pihaknya telah membuat laporan ke polisi atas pencemaran nama baik dan langkah hukum lainnya atas sikap Syakir yang tidak melaksanakan kewajiban (wanprestasi).
Menurut Restu langkah itu ditempuhnya untuk menepis opini atas tudingan terhadap ProAktif yang seolah-olah menzolimi Syakir.
“Perlu saya tegaskan, bahwa ProAktif berkiprah di dunia musik ini sudah puluhan tahun. Kami pertaruhkan nama baik. Yang kita jaga adalah komitmen kerja sama,” jelasnya.
(Red)
