Jakarta, NewsMetropol – Syarifuddin Daeng Punna mengapresiasi ketegasan Pemerintah Kota Makassar dalam menegakkan aturan PSBB.
Lanjutnya, langkah yang diambil Pemerintah Kota Makassar yang mengeksekusi secara langsung pengusaha bandel dengan mencabut izin usaha selama masa PSBB adalah langkah yang tegas.
“Dengan diterbitkannya keputusan itu maka polemik yang terjadi bisa terhindarkan dan tentu semua pihak akan merespon positif sebab hal ini untuk kebaikan kita semua dan harapan saya tidak ada lagi diskriminasi terkait kebijakan tersebut,” ujar SaDaP, di Jakarta, Rabu (6/5).
Meskipun SaDaP memberikan pujian terhadap penegakan PSBB di Kota Makassar namun dirinya tetap mengkritisi sikap arogan Kasatpol PP Kota Makassar yang dinilainya mencederai marwah pemerintahan.
“Sebab terjadi insiden yang sebenarnya tidak memunculkan simpati. Saya sendiri ketika melihat video yang beredar tersebut merasa miris karena sangat kontras dengan kultur orang Bugis Makassar yang sipakatau,” jelas SaDaP.
Pasalnya menurut dia, setiap manusia pasti memiliki perasaan sehingga ketika terjadi kekhilafan baru disadari bahwa hal ini tidak baik dipertontonkan.
“Apalagi disebar luaskan dan memunculkan pro dan kontra,” terang SaDaP.
Namu dibalik insiden tersebut jelas dia, semua pihak dapat mengambil hikmah atas kejadian itu.
“Bagi pengusaha yang membandel sudah sepatutnya diberi sanksi karena melanggar aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam penanganan Covid-19, dan buat satpol PP agar bermuhasabah, sebab kita diuji kesabaran dalam penegakan aturan dan tidak mudah sebenarnya,” jelas SaDaP.
(Red)
