IMG-20200905-WA0075

Ilustrasi Latihan Militer Turki.

Ankara, NewsMetropol – Pasukan Turki dan Siprus Turki akan memulai latihan militer selama lima hari.

Dikutip Anadolu Agency, Sabtu (5/9), latihan itu digelar di Republik Turki Siprus Utara dengan sandi “Latihan Badai Mediterania Kapten Martir Cengiz Topel“.

Kapten Cengiz Topel merupakan seorang pilot Angkatan Udara Turki yang menjadi martir selama konflik antar-komunitas di pulau itu pada 1964.

Kementerian Pertahanan mengatakan bahwa latihan tahunan itu bertujuan meningkatkan kerja sama militer, dan hubungan antara Komando Pasukan Perdamaian Siprus Turki dan Komando Pasukan Keamanan Republik Turki Siprus Utara.

Latihan yang akan dimulai tanggal 6 hingga tanggal 11 diadakan dengan elemen udara, angkatan laut, dan darat dari Turki.

Ketegangan tinggi terjadi di Mediterania Timur karena upaya Yunani dan negara lain menghalangi eksplorasi energi Turki di Mediterania Timur dan menyerobot wilayah maritimnya.

Yunani berusaha membuat klaim teritorial maksimal berdasarkan pulau-pulau kecil yang terletak hanya beberapa kilometer dari Turki.

Yunani dan negara lain mencoba memasukkan Turki ke dalam garis pantainya, meskipun negara ini memiliki pantai terpanjang di Mediterania Timur.

Menyusul pembagian paksa pulau Siprus pada 1963 oleh Siprus Yunani, warga Siprus Turki menderita di bawah kampanye kekerasan etnis.

Pada 1974, terjadi kudeta yang bertujuan mencaplok Siprus ke Yunani sehingga Ankara turun tangan sebagai kekuatan penjamin.

Pada 1983, Republik Turki Siprus Utara (TRNC) didirikan.

Selama beberapa dekade, ada upaya perundingan untuk menyelesaikan perselisihan namun selalu berakhir dengan kegagalan.

Terakhir, diadakan perundingan dengan partisipasi negara penjamin yakni Turki, Yunani, dan Inggris pada 2017 di Swiss.

(Red/AA)

KOMENTAR
Share berita ini :