IMG-20200718-WA0044

Jakarta, NewsMetropol – Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane memberi acungan jempol dan apresiasi kepada Kapolri Idham Azis yang bergerak cepat dan bertindak tegas dalam membongkar persekongkolan jahat para jenderal dalam melindungi Joko Candra.

Sebagaimana diketahui usai mencopot dan menahan satu Brigjen dari Bareskrim, Kapolri kembali mencopot Kepala NCB Interpol Polri Irjen Napoleon Bonaparte dan sekretaris NCB.

“Tiga jenderal telah dicopot Kapolri dalam dua hari dan ini tentunya wujud dari sikap promoter untuk menjaga marwah kepolisian,” ujar Neta dalam keterangan persnya, Sabtu (18/7).

Kapolri juga mengatakan komitmen tegas Kapolri tersebut dapat memberikan efek jera bagi personel Polri yang nakal.

“Tentu tidak cukup hanya sampai disitu agar kasus ini tuntas dan bisa membawa efek jera bagi para jenderal untuk bermain main melindungi orang orang bermasalah,” ujarnya lagi.

Lebih jauh Neta mengatakan, ada lima hal yang harus dilakukan Polri untuk menuntaskan skandal tersebut.

Kelima hal itu adalah ; pertama segera membuka rekaman CCTV Bareskrim untuk mengetahui siapa yang mendampingi dan menjemput saat Joko Candra datang mengurus surat jalan tersebut.

“Kedua, apa motivasi para jenderal itu dalam memberi keistimewaan kepada Joko Candra,” ujarnya lagi.

Lanjut dia, Polri harus melakukan investigasi untuk memastikan adanya dugaan gratifikasi.

“Disebut-sebut dalam kasus Joko Candra ini ada dugaan gratifikasi dan kemana saja aliran dananya,” tegasnya.

Keempat lanjut Neta, semua pihak di Polri yang terlibat kasus Joko Candra, terutama ketiga jenderal yang dicopot segera diproses pidana agar kasusnya bisa diproses di pengadilan.

“Sebab kasus persekongkolan jahat dalam melindungi buronan Joko Candra adalah kejahatan luar biasa,” terangnya.

Selain itu kata dia, semua pihak di luar Polri yang terlibat memberi keistimewaan kepada Joko Candra, mulai dari lurah hingga Dirjen Imigrasi harus diperiksa Polri dan kasusnya diselesaikan di pengadilan agar persekongkolan jahat dalam melindungi Joko Candra bisa terungkap secara terang benderang dan selesai dengan tuntas di pengadilan.

“Setelah itu Polri perlu mencermati proses PK Joko Candra agar promoter dan jika ada indikasi negatif penyidik Bareskrim jangan segan segan menciduk oknum yang terlibat. Hanya dengan kerja keras yg promoter dari Kapolri Idham Azis citra Polri bisa terbangun lagi setelah dihancurkan Joko Candra,” jelasnya.

(Red)

KOMENTAR
Share berita ini :