Reporter : Handono | Editor : Widi Dwiyanto
PEKALONGAN, NEWSMETROPOL.id – Untuk meningkatkan produksi pertanian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menyalurkan bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) kepada kelompok tani dan gabungan kelompok tani. Selain itu, untuk meningkatkan produktivitas pertanian di bidang peternakan, Pemkab juga membangun pabrik atau bank pakan ternak.
Penyaluran bantuan Alsintan secara simbolis dan peresmian pabrik pakan ternak dilakukan oleh Bupati Pekalongan, Hj. Fadia Arafiq, di Desa Sawangan, Kecamatan Paninggaran, Rabu (27/09/2023).
Bantuan tersebut terdiri dari 4 unit pabrik pakan ternak yang dibangun di wilayah Kecamatan Paninggaran dan Karanganyar, 1 unit mesin tanam padi atau transplanter, 1 unit mesin penggilingan padi (RMU), 22 unit traktor mini atau cultivator, 23 pompa air Diesel, 19 unit mesin perontok multiguna (Power Threser), dan 3 unit alat pasca panen tembakau.
Selain itu, untuk membantu warga memenuhi kebutuhan pangan di tengah tingginya harga beras saat ini, Pemkab juga menyalurkan bantuan pangan berupa beras untuk 84.909 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh wilayah Kabupaten Pekalongan, termasuk untuk 342 KPM di Desa Sawangan, Paninggaran. Bantuan beras yang diberikan sebanyak 10 kg untuk setiap KPM.
Direktur Pakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian RI, drh. Nur Sapta Hidayat, dalam wawancara usai kegiatan, mengutarakan, alat mesin (alsin) fungsinya untuk mempercepat proses, sehingga jangka waktu kosong penanaman itu kita hindari.
“Dengan kecepatan, diharapkan masa tanam bisa bertambah, bisa menjadi 2 kali atau bahkan 3 kali. Perontok untuk menghindari losis, jangan sampai gabah yang dirontokkan banyak yang berjatuhan losis, kita kurangi dengan alat,” ujarnya.
“Sedangkan alat pengolah pakan, dikatakannya adalah alat hilirisasi. Bagaimana bahan baku yang ada di sekitar kita olah, kita manfaatkan, kita simpan dan kita jual belikan,” ungkapnya.
“Sehingga membangkitkan iklim bisnis sehingga warga dapat mendapatkan tambahan penghasilan, disamping bertani atau beternak,” tutup drh. Nur Sapta Hidayat.

