TNI dan Polri yang tergabung dalam Tim SAR berhasil evakuasi dua mahasiswa pendaki Gunung Mekongga di Sultra.
Kolaka, Metropol – Tim SAR yang terdiri dari gabungan Basarnas, anggota Polsek Ranteangin, anggota Koramil 1412-03 Lasusua, anggota Koramil 1412-05 Pakue dan mayarakat berhasil mengevakuasi dua korban selamat mahasiswa pendaki Gunung Mekongga di Sulawesi Tenggara, Selasa (14/3).
Dua korban yang berhasil dievakuasi tersebut adalah Khairat dan La Ode Mutassir merupakan dua dari enam mahasiswa pendaki gunung Mekongga dan keduanya adalah juga Mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari. Sebagaimana informasi yang beredar sebelumnya, pada Minggu (5/3) lalu, enam orang mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Pecinta Alam Navernus UHO melakukan pendakian di Gunung tertinggi di Sultra.
Setelah para pendaki itu mencapai puncak, terjadi perubahan cuaca ekstrim yang sangat cepat dan drastic, kemudian ke enam pendaki pun memutuskan untuk kembali turun meskipun dalam kondisi cuaca yang sangat tidak bersahabat. Cuaca badai, kabut dan hujan deras yang terus melanda kawasan pegunungan itu menyebabkan dua dari enam pendaki yakni Mulyadi dan La Ode Fitrah terserang hipotermia sehingga harus tertahan di Pos 7 dan 8, pada Rabu (8/3).
Mengetahui dua kawannya terserang hipotermia, ke empat mahasiswa pendaki lainnya berbagi tugas, yakni dua orang menunggui jenazah yaitu Khairat dan La Ode Mutassir dan dua orang lainnya, yakni Lili Angga dan Rahim mencari bantuan dengan melanjutkan perjalanan turun gunung di Pos Komando Desa Tinokari, Kecamatan Rante Angin, Kolaka Utara.
Karena tidak dapat bertahan, kedua mahasiswa yang terserang hipotermia akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di lereng Gunung Mekongga. Informasi meninggalnya dua mahasiswa pendaki gunung tersebut diperoleh dari Danramil 1412-03/Lasusua, Kapten Inf. Hendrik
Danramil 1412-03/Lasusua, Kapten Inf. Hendrik melalui Kepala Penerangan Korem 143/HO Mayor Inf. Azwar Dinata, SH mengatakan, setelah pihaknya mengetahui dua mahasiswa tersebut meninggal dunia, Tim SAR berupaya melakukan evakuasi sekalugus menyiapkan dua kantong jenazah.
“Danramil mengaku mendapat kabar meninggalnya dua mahasiswa pecinta alam itu dari anggota Babinsa yang tergabung tim gabungan yang menyisir lokasi. Tim memberi tahu lewat jaringan komunikasi handy talky,” ujar Azwar.
Azwar juga mengatakan, jika penyebab meninggalnya kedua mahasiswa pendaki gunung tersebut adalah karena kehabisan logistik dan terserang hipotermia.
Untuk diketahui SAR Kendari sebelumnya telah membentuk Tim Pencarian yang terbagi 4 tim yang erdiri dari SAR Kendari , Kepolisian, anggota TNI dari Kodim 1412/Kolaka, BPBD Kolaka Utara masyarakat dan beberapa kelompok pecinta alam.
(Tim Metropol)
