Tim Evakuasi Medis Laut Rumkital dr. F.X Suhardjo saat melatih Mahasiswa Tingkat III Program Studi Keperawatan Masohi latihan evakuasi medis secara perorangan dan secara kelompok dengan menggunakan tandu air.
Ambon, Metropol – Tim Evakuasi Medis Laut (EML) Rumkital dr. F.X. Suhardjo Lantamal IX Ambon melatih sebanyak 121 orang Mahasiswa Tingkat III Program Studi Keperawatan Masohi.
Adapun latihan yang dilaksanakan yakni evakuasi medis secara perorangan dan secara kelompok dengan menggunakan tandu air.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di laut belakang Gedung Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (Fasharkan) Lantamal IX Ambon, Rabu, (15/11).
Dalam sambutannya Kepala Rumah Sakit TNI AL (Karumkital) dr. F.X. Suhardjo Lantamal IX Ambon Letkol Laut (K) dr. Ali Setiawan, Sp.B., mengingatkan agar mahasiswa dapat melaksanakan kegiatan Latihan Evakuasi Medis Laut dengan sebaik-baiknya, dengan mengikuti semua yang diarahakan oleh pelatih.
Kata dia, hal itu disebabkan karena pelaksanaan tidak di kolam renang melainkan di tempat yang sesungguhnya yaitu di laut.
“Apabila ada mahasiswa yang tidak bisa berenang jangan memaksakan diri untuk mengikuti kegiatan, cukup melihat dan memperhatikan pelaksanaan latihan, utamakan keselamatan dan keamanan masing-masing,” harapnya.
Lebih lanjut dikatakan bahwa didalam pertolongan ini bukan dimaksudkan untuk memberikan pengobatan melainkan suatu usaha berupa pemindahan dari laut ke tempat yang lebih aman untuk mendapatkan penanganan awal dan lanjutan.
Latihan evakuasi medis dibagi menjadi 5 tim, dimana 1 tim terdiri dari 4 orang penolong dan 5 orang pembantu.
Setelah korban berada di tempat aman masing-masing Tim diberikan pelajaran apabila korban tidak tersadarkan, yakni jika korban tidak bernafas, dilakukan pertolongan Resutasi Jantung Paru (RJP) untuk Tekanan 30 tekanan banding 2 tiupan selama 5 siklus dan seterusnya sampai korban sadar.
Apabila korban belum bernafas yakni dengan membuka jalan bernafas dengan menengadahkan kepala korban ataupun memiringkan badan korban kemudian ditepuk di bagian punggung untuk mengeluarkan air yang masuk, tetap tenang serta hindari tindakan yang tergesa-gesa.
Sebelum pelaksanaan Latihan Evakuasi Medis di Laut seluruh mahasiswa juga diberikan materi pengenalan tentang Hiperbarik Oksigen di Gedung Hyperbarik Pulau Pombo Rumkital dr. F.X. Suhardjo Lantamal IX sebagai penanganan lanjutan korban tenggelam.
(M. Daksan/Dispen Lantamal IX)
