Tim Cobra Geledah Kantor Pusat Perusahaan QNet di Jakarta 2

Katim Cobra Polres Lumajang AKP Hasran Cobra (pakai kacamata), melakukan penggeledahan di kantor QNet (PT QN International Indonesia) di Jalan Jenderal Sudirman, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (29/10).

Jakarta, NewsMetropol – Tim Cobra Polres Lumajang menggeledah kantor pusat QNet (PT QN International Indonesia) di Sona Topas Tower lantai 15, kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (29/10).

Penggeledahan kantor yang berada di Jalan Jenderal Sudirman ini dipimpin langsung oleh Katim Cobra AKP Hasran Cobra.

Dari hasil penggeledahan diketemukan bahwa dokumen pengiriman barang seperti Amezcua Geometri, Amezcua Cakra, dan yang lainnya tidak didatangkan dari Hongkong melainkan produk lokal.

Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban menjelaskan pihaknya telah menemukan banyak sekali fakta terkait penipuan perusahaan QNet.

“Dari hasil penggeledahan semakin menyimpulkan kalau perusahaan Qnet ikut bermain dalam kejahatan skema piramida,” ungkap Arsal, Rabu (30/10).

Baca Juga:  Gercep, Sat Reskrim Polres Lebak Ungkap Kasus Curanmor di Dua Tempat

Kata Arsal, dari hasil penggeledahan sama sekali tidak ditemukan adanya stater kit perusahaan dikantor pusat QNet.

“Bahkan katalog produk juga tidak kami temukan sama sekali. Bagaimana bisa menjual barang secara MLM tanpa adanya katalog. Semakin terkonfirmasi setelah gudang kami geledah dimana luas gudang hanya 4m x 6 m dan hanya ada 13 jenis produk didalam gudang. Padahal katalog mereka ratusan produk,” jelas jebolan S3 universitas Padjajaran itu.

Menurutnya, dokumen-dokumen kontrak hak eklusif dengan pemilik merk juga tidak ada sama sekali.

Padahal kata dia, kewajiban sebuah perusahaan MLM, barang yang di distribusikan harus ada kontrak eklusif dengan pemegang merk.

“Dalam penggeledahan juga tidak kami temukan nomor rekening perusahaan PT QN International Indonesia di kantor pusat  QNet. sangat sulit menemukan nomor rekening perusahaan qnet, karena baik di website maupun stater kit tidak dicantumkan sama sekali nomor rekening perusahaan. Padahal nomor rekening adalah indentitas perusahaan yang sangat penting. Bagaimana cara para member mentransfer uang pembelian produk kalau tidak ada nomor rekening?!, hal ini menjadi pertanyaan serius karena hasil penyidikan kami, semua member baru mentransfer uang pembelian produk lewat senior membernya,” terangnya.

Baca Juga:  Gercep, Sat Reskrim Polres Lebak Ungkap Kasus Curanmor di Dua Tempat

Arsal menambahkan, barang-barang yang ditemukan dalam gudang ukuran 4 X 6 meter itu terdiri 12 jenis barang antara lain ; Amezcua Geometri  2 kardus (94 pcs), Amezcua Cakra 1 kardus (77 pcs), Eternaleaf Body lation 50 kardus (1200 Pcs), Eternaleaf Shampo 50 kardus (1200 Pcs),  Odol Prospark 96 Pcs, Qafe  192 Pcs, EDG Suplemen 55 Pcs, Kenta Suplemen 46 Pcs, Radiator Coolant 2 jeringen @4 liter, Diesel Fuel 48 botol, Gasoline 34 botol dan MTC (Campuran Oli mesin) 87 botol.

(Red)

KOMENTAR
Share berita ini :