IMG-20220507-WA0036

Penulis : Tim Landcruzer Bali Nusra | Editor : Efraim Baitanu Fan

NTT, newsmetropol.id – Merasa sangat unik, Mr. Giampiero Gindalfo sang penjelajah dunia semalam, Kamis (05/05/2022), setibanya di Kampung Sunu, Desa Sunu, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (Kab. TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (Prov. NTT) ketika rombongan Team BE’O 4×4 WD SoE di sambut tuturan adat dan pengalungan selendang.

Menurut Mr. Giampiero Gondalfo melalui juru bicara Putu Andy Pandy mengatakan, bahwa acara penerimaan melalui tuturan adat dan pengalungan selendang sangat berbeda dengan beberapa daerah dan negara yang dia kunjungi dan jelajah.

Menurutnya, bahwa penerimaan seperti ini baru pertama kali ia rasakan sehingga hal tersebut akan menjadi catatan sejarah tersendiri karena sudah 102 Negara yang di kunjunginya namun cara penerimaannya sangat berbeda dengan cara penerimaan di Kampung Sunu.

Tampak Mr. Giampiro dan Team BE’O 4×4 WD SoE, tiba di Desa Sunu malam sekira pukul 21:30 Wita, diterima dengan tuturan adat natoni dan pengalungan selendang sehingga hal inilah yang menbuat Mr. Giampiero meras unik.

“Saya rasa unik karena sudah 102 Negara yang saya kunjungungi tidak seperti ini dan hal ini akan menjadi catatan sejarah khusus untuk saya. I think it’s unique because I’ve visited 102 countries but this time in Sunu Village I Feel very unique , and this will be a special historical record for me Sunu Is The Best,” ujar Mr.Giampiero.

Mr. Giampero berharap satu saat akan kembali lagi ke Sunu dan akan berusaha belajar bahasa adat dan budaya orang Timor di Sunu.

“Untuk nanti kembali tidak lagi diterjemahkan tetapi sudah bisa berkomonikasi dan berbaur dengan orang Desa Sunu,” tutup Mr. Giampiero Gondalfo.

KOMENTAR
Share berita ini :