Para korban QNet di Kendari saat melapor ke Polda Sultra.
Lumajang, NewsMetropol – Kasus penipuan perusahaan multilevel ternama QNet di Kota Kendari terungkap setelah puluhan warga yang mengaku menjadi korban melapor di Polda Sultra beberapa waktu lalu.
Informasi pelaporan para korban ini diposting di Group Facebook Sahabat M.A.S., Senin (23/9).
Salah seorang korban Ni Wayan Nurtini, membeberkan kedok penipuan perusahaan QNet di hadapan Kepala SPKT Polda Sultra bersama puluhan korban lainnya.
Guru di Sekolah Dasar (SD) 17 Kendari itu menjelaskan bahwa dirinya telah bergabung dengan PT QNet Sejak 2015 lalu.
Saat itu dirinya mengaku telah membayar uang sebesar 8.3Jt sebagai salah satu syarat untuk mendaftar anggota.
“Syarat untuk bergabung di perusahaan ini adalah dengan membeli obat senilai 8.3Jt. Selain harus membeli obat itu, kita juga harus merekrut orang lagi untuk didaftarkan sebagai anggota. Mereka mengiming-imingi bahwa kami akan mendapatkan keuntungan yang besar dari setiap orang yang didaftarkan ke Qnet ini. Namun nyatanya, sampai saat ini belum ada sedikitpun keuntungan yang saya dapatkan. Belum lagi, bahwa obat tersebut katanya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, itu tidak benar dan tidak ada efeknya sama sekali,” ujar Ni Wayan.
Dia menambahkan, kedatangannya di Polda Sultra bersama puluhan warga lainnya untuk melaporkan salah seorang pengurus perusahaan QNet yang telah merekrut mereka sebagai anggota.
“Kami laporkan hari ini adalah pengurus QNet berinisial YY yang sebelumnya merekrut kami di perusahaan ini. Laporan kami terkait penipuan yang dilakukan oleh yang bersangkutan dan perusahaannya,” jelasnya.
Dirinya mengharapkan agar Polda Sultra segera mengusut kasus ini, agar tidak ada lagi korban berjatuhan lainnya.
Selain dirinya, puluhan warga tersebut juga mendesak agar Polda Sultra menangkap pelaku tersebut untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya secara hukum.
Menyikapi informasi itu, Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah diiming-iming pekerjaan mudah dengan gaji besar.
“Rata-rata modus yang digunakan oleh para senior QNet untuk merekrut anggota dengan menjanjikan pekerjaan mudah dengan gaji melimpah. Saya tegaskan lagi, pekerjaan tersebut hanya fatamorgana belaka. Sudah banyak korban yang tertipu oleh QNet dan korbannya tersebar di seluruh Indonesia. Saya himbau dan saya ingatkan sekali lagi, jangan mudah terbujuk dengan janji manis yang ditawarkan para senior QNet. Jika memang pekerjaan itu ada, kita tidak harus membayar uang untuk biaya masuk ke perusahaan tersebut. Laporan tersebutlah yang dapat memperkuat bukti bahwa PT Q-Net adalah perusahaan yang bergerak dibidang tipu menipu masyarakat,” terang pria yang menyelesaikan gelar S3 di Universitas Padjajaran Bandung tersebut.
(Red)
