Kendari, Metropol – Mencegah peredaran dan penggunaan Narkoba di Wilayah hukum Polsek Poasia, Kapolsek Poasia Komisaris Polisi Dulyamin, SE. mengedepankan pendekatan persuasif.
“Saya menyampaikan dulu secara baik-baik, kalau tidak diindahkan baru kita lakukan penindakan,” ujar Dulyamin kepada Metropol saat ditemui di sela aksi unjuk rasa Kamis (7/4) kemarin.
Dikatakannya pendekatan persuasif yang dilakukan oleh pihaknya saat ini antara lain, memberikan penyuluhan tentang P4GN di sekolah dan mengkampanyekan bahaya Narkoba melalui pemasangan spanduk di setiap tempat fasilitas umum. “Anggota rutin melakukan sosialisasi di sekolah dan juga kita pasang spanduk yang bisa dibaca orang banyak,” ujarnya lagi.
Pantauan Metropol, Polsek Poasia melalui spanduk yang digelar mengingatkan tiga bahaya penyalah gunaan narkoba. “Kalau bukan penjara atau rumah sakit, iya kuburan,” jelas Dulyamin.
Kompol Dulyamin juga mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap sejumlah kost-kostsan yang diduga menjadi sarang beredarnya barang haram tersebut. “Di sini kan kost-kosan banyak, jadi itu menjadi perhatian kami,” ujar orang nomor satu di jajaran Polsek Poasia tersebut.
Dia menambahkan, pemantauan terhadap kost-kostsan tersebut dikarenakan berdasarkan angka pengguna narkoba yang dirilis di salah satu Media Lokal Sultra prosentase tertinggi pengguna narkoba di Sultra adalah mahasiswa dan pelajar. “Penghuni kost-kostan itu banyak pelajar dan mahasiswa, jadi tidak berlebihan kalau kami melakukan pemantaun di sana,” pungkasnya.
(M. Daksan)
