4

Foto (kiri ke kanan): Budi P. Sinambela, BBA, Marsma TNI (Pun) M. Situmorang, Mayjen TNI (Purn) Dr. K. Joy Sihotang, MSc, Drs. Hotland Hutajulu, MM, Dr. H.P Panggabean, SH, MH dan Prof. Dr. Payaman Simanjuntak.

Jakarta, NewsMetropolSejumlah Perwira Tinggi (Pati) Purnawirawan TNI berperan dalam pembentukan Dewan Mangaraja Adat Batak (DMAB) dan Lembaga Adat Budaya Batak (LABB) sebagai lembaga baru tentang Adat Budaya dan Masyarakat Hukum Adat Batak berskala Nasional bahkan Internasional.

Mereka adalah Mayjen TNI (Purn) Dr. K. Joy Sihotang, MSc; Marsma TNI (Pun) M. Situmorang; Brigjen TNI (Purn) Berlin Hutajulu; dan Marsda TNI (Purn). JFP Sitompul. Namun keterlibatan mereka dalam hal ini tentu sebagai aktivis Adat Budaya Batak maupun Ketua Umum Perkumpulan Marga (fam) maupun Marga-marga masing-masing.

Kecintaan mereka terhadap bangsa dan Negara, kali ini diwujudkan dalam panggilan pengabdian terhadap kepentingan umum di masyarakat Batak, yang tak bisa lepas dari jatidirinya sebagai anak bangsa. DMAB dan LABB mempersatukan mereka untuk memberi sumbangsih pemikiran dan perhatian terhadap eksistensi aset adat dan budaya, khususnya bagi generasi muda Batak kedepan.

3
Ketua Umum DMAB, Brigjen TNI (Purn) Berlin Hutajulu (kiri) mengucapkan ikrar dengan para Wakilnya

Diketahui, DMAB dan LABB telah terbentuk 5 Desember 2018 lalu, dan menjadi catatan sejarah bagi kalangan masyarakat Batak. Karena baru kali ini ada pihak yang berhasil mengumpulkan ratusan Pimpinan Marga maupun Marga-marga, untuk duduk bersama membentuk wadah berskala besar.

Pembentukan kedua lembaga ini sebelumnya diinisiasi para Inisator yaitu dari: Yayasan Palito (Ketua Umum-Prof. Dr. Payaman Simanjuntak, APU); Kerabat/ Kermahudatara (Kerukunan Masyarakat Adat Batak/ Kerukunan Masyarakat Hukum Adat Nusantara-Ketua Umum, Dr. H.P Panggabean, SH., MH); PLD Distrik VIII HKBP Jakarta (Penasehat-Marsma TNI (Pun) M. Situmorang), dan Yayasan Budi Murni Jakarta (Ketua Umum-Budi P. Sinambela, BBA).

Dalam prosesnya, para inisiator melakukan pertemuan-pertemuan sejak Nopember 2017 lalu di Kampus Universitas Mpu Tantular, Cipinang Besar, Jakarta Timur. Pertemuan dilakukan beberapa kali, dan mengundang para aktivis sosial dan budaya Batak lainnya dalam diskusi.

Setelah  itu, para inisiator sepakat membentuk Panitia Seminar dan Perhelatan Adat Budaya Batak, yang kemudian menggelar Seminar Adat dan Budaya Batak, 8 Februari 2018, di Aula Hiobadja, lantai 8, Universitas Mpu Tantular. Hampir 160 Punguan (Perkumpulan) Marga maupun Punguan Marga-marga di Jakarta dan sekitarnya diundang, ditambah para aktivis sosial dan Budaya Batak dari beberapa organisasi.

Narasumber saat itu adalah: Prof. Dr. Payaman Simanjuntak, APU (topik Adat Dalihan Na Tolu/ DNT); Dr. H.P Panggabean, SH., (topik Masyarakat Hukum Adat Batak); Marsma TNI (Pun) M. Situmorang (topik Pelestarian Tradisi Adat Batak Bagi Generasi Muda); dan Togarma Naibaho (topik Seni Budaya Batak). Sementara Seminar dibuka oleh tuan rumah, Ketua Yayasan Budi Murni Jakarta, Budi P. Sinambela, BBA yang menaungi Universitas Mpu Tantular.

Adapun penyanggah waktu itu antara lain, Dr. Ronsen Pasaribu, SH, MM (Ketua Umum DPP Forum Bangso Batak Indonesia); Sam Sarumpaet (Profesional Seni Budaya/ Dosen); dan Moderator, Dr. Ir. Mangasi Panjaitan, ME (Rektor Universitas Mpu Tantular). Selanjutnya Panitia membentuk Komisi-komisi untuk menggodok perbincangan mengenai 3 (tiga) bidang yaitu: Bidang Adat Budaya Batak; Bidang Masyarakat Hukum Adat Batak; dan Bidang Seni Budaya Batak.

Sejak Februari itu, para petinggi Marga-marga dan Marga melakukan pembahasan dalam rapat-rapat Tim maupun Rapat-rapat Komisi secara simultan hingga bulan Nopember. Bahkan dalam beberapa kali, panitia mengundang para akademisi hingga para ekspertis di bidang adat dan masyarakat hukum adat, untuk memberikan kajian dan masukan-masukannya.

Puncaknya, pada hari Rabu 5 Desember 2018 lalu, digelar Sidang Pleno dan Sidang Umum Pembentukan DMAB dan LABB. Acara dipimpin Ketua Umum Panitia, Mayjen TNI (Purn) Dr. K. Joy Sihotang, MSc dan Sekretaris Drs. Hotland Hutajulu, MM serta didampingi keempat Inisiator.

Acara persidangan diawali laporan para Ketua Komisi, yakni Komisi I Bidang Adat dan Budaya Batak (Ketua-Drs. Jadisman Hutapea), dan Komisi II Bidang Masyarakat Hukum Adat Batak (Ketua-Brigjen TNI (Purn) Berlin Hutajulu) yang menyampaikan hasil rapat-rapat dan pembahasan selama 10 bulan dalam bentuk buku.

Akhirnya, terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Mangaraja Adat Batak (DMAB) adalah: Brigjen TNI (Purn) Berlin Hutajulu, dengan para Wakil Ketua Umum 1-6 yaitu: Marsda TNI (Purn). JFP Sitompul; Prof. Dr. Laurence A. Manullang, DBA; Drs. Jackson M. Turnip, MH; Drs. Martua Situngkir, Ak; Dr. Pontas Sinaga, MM; dan Nikolas S. Naibaho.

Sedangkan Ketua Umum LABB Pusat terpilih adalah Budi P. Sinambela, BBA, dengan para Wakil Ketua Umum 1-9 yaitu: F. Jadisman Hutapea; Drs. Hotland Hutajulu, MM; St. Ir. Monang Sirumapea; St. Drs. Radjamuda Sidabutar, SH., MH; Ir. Restu Silitonga; Robert Anton Situmeang; St. Abidan Simanjuntak; Ir. Mukhtar Panjaitan; dan St. Paul Tampubolon.

Sementara itu, Ketua DMAB, Brigjen TNI (Purn) Berlin Hutajulu mengatakan, DMAB dan LABB akan  melakukan rapat gabungan terlebih dahulu, untuk menetapkan sinkronisasi program kerja kedua lembaga

“Kita akan melaksanakan rapat gabungan dulu, untuk lebih memantapkan langkah-langkah lanjutan, serta perlu konsolidasi dan melengkapi personil struktur organisasi. Sinkronisasi garis-garis besar program kerja juga akan kita bicarakan, termasuk rencana menggelar Pesta Bolon (Pesta Besar-red) tahun depan,” ungkap mantan Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AD ini kepada awak media, usai acara pemilihan Pengurus.

(Deni M/DANS)

KOMENTAR
Share berita ini :