Satpol PP Nilai Kehadiran PKL di Depan Sekolah Membahayakan Siswa 1

Danpos Satpol PP Sebatik, Nunukan, Muhammad Rafiq.

Nunukan, Metropol – Danpos Satuan Satpol PP Sebatik, Muhammad Rafid mengatakan kehadiran Pedagang Kaki Lima (PKL) yang membuka lapak di depan sekolah telah meresahkan warga.

Untuk itu kata dia, pihaknya telah menghimbau agar para PKL itu tidak berjualan di depan sekolah karena dapat membahayakan keselamatan siswa.

“Itu sebenarnya sudah sering kami berikan teguran kepada mereka. Tapi kadang-kadang di tegur hari ini, besok pasti datang lagi. Itu kan cukup berbahaya bagi anak-anak sekolah terutama untuk anak-anak Sekolah Dasar (SD),” ujar Muhammad Rafid kepada Metropol, Rabu (15/11).

Rafid juga mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum dapat bertindak tegas karena masih terkendala dengan Surat Perintah dari pimpinannya untuk melakukan tindakan yang dimaksud.

Baca Juga:  PDAM Tak Alirkan Air, Warga Jalan Tengku Umar Lorong Keluhkan Ketergantungan Distribusi Mobil Tangki

“Kita mau saja lakukan tindakan tegas, tapi kita tunggu dulu surat perintah dari pimpinan kami. Kalau memang sudah ada, nantinya ada personel kami yang akan melakukan penjagaan di setiap-setiap sekolah. Supaya tidak ada lagi aktivitas penjualan yang berada di depan sekolah,” ujarnya lagi.

Ia menjelaskan, kehadiran para PKL yang melakukan penjualan di depan sekolah cukup membahayakan bagi siswa itu sendiri. Para siswa yang keluar dari pekarangan sekolah, cukup membahayakan bagi nyawa mereka apalagi para PKL ini berada di badan jalan.

Lanjut dia, padatnya kendaraan yang ada di Sebatik saat ini menjadi salah satu alasan agar PKL tidak lagi memajang barang dagangannya di depan sekolah.

Baca Juga:  PDAM Tak Alirkan Air, Warga Jalan Tengku Umar Lorong Keluhkan Ketergantungan Distribusi Mobil Tangki

“Nanti kalau sudah ada surat perintahnya, kita akan mengatur para PKL-PKL yang masih menggunakan badan jalan untuk berjualan. Karena kan ini menyangkut ketentraman dan kebersihan dari badan jalan juga. Terutama untuk para PKL yang berada di depan-depan sekolah, semuanya akan kami tertibkan,” bebernya.

Selain itu juga, ia meminta kepada pihak sekolah, agar tidak memberikan kebebasan kepada para siswanya dalam melakukan aktifitas berbelanja ketika jam istrahat. Tentu juga harus ada pengawasan dari pihak sekolah mengenai siswa yang berbelanja bukan pada halaman sekolah.

“Nanti kita minta juga kepada pihak sekolah, untuk lebih waspada terhadap siswa-siswanya. Supaya tidak ada lagi yang berbelanja di luar halaman sekolah,” tutupnya.

(Ram/Guntur)

KOMENTAR
Share berita ini :