KL

Tampak ritual adat dilakukan di kali lanang di Desa Padanrejo, Kota Batu, Sabtu (24/2).

Batu, NewsMetropol – Para seniman di Kota Batu melakukan tasyakuran budaya di Kali Lanang, Desa Pandanrejo, Kota Batu yang diisi dengan ritual adat bersih kali, sehingga menjadi pusat perhatian masyarakat pada Sabtu (24/2) kemarin.

Ketua pelaksana kegiatan Mat Berlin mengatakan, acara tasyakuran diawali dengan cucuk lampah yang memiliki makna memulai aturan adat untuk mengembalikan sungai sesuai fungsinya sebagai konservasi.

Selain itu juga, kata dia, untuk mengembalikan adat yang sudah lama hilang, seperti halnya susuk kalen, susuk wangan dan gugur gunung.

Menurut Mat Berlin, acara mengumpulkan para pamong ini diisi dengan mengajak masyarakat untuk bersama-sama membersihkan sungai dan diakhiri dengan kenduren agung atau tasyakuran berdoa bersama guna menghormati air sebagai sumber kehidupan.

“Hal lainnya adalah menggugah para petinggi dan pemangku kebijakan (Forkompimda) dan masyarakat Kota Batu bersama-sama menyerukan jargon kami “Sungai Bukan Tong Sampah”. Sehingga timbul perasaan memiliki dan turut andil bagian dalam konservasi sungai, serta menjaga sumber-sumber mata air yang semakin lama semakin hilang,” jelas Mat Berlin.

Lebih lanjut Mat Berlin menjelaskan, bahwa pemilihan tasyakuran budaya di kali lanang bukan tanpa alasan, karena menurut sejarah Raja Tumapel yang beristrikan Kendedes telah melahirkan raja-raja besar diantaranya Mpu Logawa dan Kebo Samparan.

“Kali lanang merupakan tempat ditemukannya putra Mpu Ndok yang dibuang, kemudian ditemukan oleh Kyai Samparan,” kata Mat Berlin.

(Yud/Rin)

KOMENTAR
Share berita ini :