Ratusan Warga Lumajang Tertipu Investasi Bodong

Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban saat berbincang dengan para korban Investasi Bodong CV Permata Bunda milik Umi Salmah (50), warga Desa Sentul Kecamatan Sumbersuko Kabupaten Lumajang.

Lumajang, NewsMetropol – Perkembangan zaman yang semakin lama semakin maju, mau tidak mau juga membuat berbagai kebutuhan terus meningkat.

Hal ini pulalah yang menyebabkan banyak orang ingin menghasilkan uang dengan cara yang cepat, salah satunya dengan cara berinvestasi.

Peluang tersebut pula yang banyak dimanfaatkan orang tak bertanggung jawab untuk mengeruk uang korbannya.

Seperti yang terjadi beberapa hari lalu, di Mapolres Lumajang, puluhan ibu-ibu mengadukan investasi yang mereka ikuti.

Investasi yang diikuti tersebut belakangan diketahui ternyata adalah investasi bodong.

Mereka mengaku telah menanam investasi puluhan hingga ratusan juta Rupiah melalui CV Permata Bunda milik Umi Salmah (50), warga Desa Sentul Kecamatan Sumbersuko Kabupaten Lumajang.

Baca Juga:  Polres Blitar Kota Ungkap Kasus Narkoba 14 Tersangka Diamankan

Diperkirakan total dana yang mereka kumpulkan mencapai lebih dari 500 Milyar Rupiah.

Namun demikian ternyata sang pemilik investasi tersebut tiba-tiba kabur dan membawa uang anggotanya.

Salah satu ketua kelompok, Suryani mengatakan dirinya menginvestasikan uangnya sebesar 83 Juta Rupiah.

“Saya sudah investasikan dana saya 83 juta rupiah. Awalnya memang sangat lancar penarikan dana kami, tapi sudah 1 tahun ini tidak bisa lagi kami tarik. janjinya agar bersabar dan pasti akan dikembalikan. tapi kami tunggu sudah 1 tahun ini, tidak ada pengembalian sama sekali. Kami awalnya tidak mau laporan, karena katanya kalau laporan ke Polisi, uang tidak akan dikembalikan. Tapi setelah 1 tahun kama tunggu, Umi Salma tidak menepati janjinya, bahkan keberadaannya pun kami tidak tahu dimana,” ujar Suryani.

Merespon kerugian masyarakat itu, Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban menegaskan akan menuntaskan kasus tersebut.

Baca Juga:  Polres Blitar Kota Ungkap Kasus Narkoba 14 Tersangka Diamankan

“Kami akan ungkap kasus ini. kasihan orang-orang kecil yang menjadi korban investasi bodong. Langkah awal, kami akan inventarisir berapa total kerugian korban dan berapa jumlah nasabah seluruhnya. Pengakuan sementara para korban kerugian sampai 500 milliar rupiah. Tapi informasi ini belum valid,” ujar Arsal

Alumnus Akademi Kepolisian tahun 1998 ini juga menghimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menginvestasikan dananya.

“Saya himbau kepada masyarakat untuk hati-hati dalam berinvestasi. kenali benar perusahaan yang menawarkan investasi. Bila bunganya terlalu tinggi, anda patut curiga karen tujuan pelaku memberikan imbal hasil yang tinggi supaya banyak peminat. Dan pada saat uang sudah terkumpul banyak, pelaku akan melarikan diri. Pada saat pelaku melarikan diri, umumnya korban baru menyadari kalau mereka kena tipu dan baru melaporkan ke pihak kepolisian,” jelas Arsal.

(Red)

KOMENTAR
Share berita ini :