Latihan penyelamatan kapal kebakaran yang diperankan oleh ABK KN. Tanjung Datu-1101 saat berlayar.
Jakarta, NewsMetropol – KN Tanjung Datu – 1101 mengalami kebakaran saat berlayar di Laut Jawa menuju Ambon, Sabtu (24/3).
Alhasil, berkat kesigapan puluhan ABK KN Tanjung Datu – 1101 akhirnya api berhasil dijinakkan oleh mereka.
Kejadian tersebut merupakan sekenario dari latihan penyelamatan kapal peran kebakaran yang diperankan oleh ABK KN. Tanjung Datu-1101
Sebagaimana diketahui dalam pelayaran ini KN Tanjung Datu-1101 mengemban misi Operasi Dalam Negeri Nusantara-1 Khusus Bantuan Sosial Bakamla RI ke Asmat, Papua, dengan mengangkut material bahan kontak sembako dan obat-obatan.
Dalam skenario latihan penyelamatan kapal, kebakaran terjadi akibat korsleting listrik di Deck F Ruang Damage Control, dan menghanguskan seisi ruangan tersebut.
Dimana kejadian bermula ketika salah seorang ABK yang berada di geladak buritan mencium bau menyengat dan melihat asap keluar dari ruangan tersebut.
ABK yang pertama kali mengetahui kebakaran langsung meminta bantuan dengan teriak “kebakaran, kebakaran, kebakaran….kebakaran terjadi di Ruang Damage Control”.
ABK tersebut berlari meminta bantuan rekannya di ruangan-ruangan, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke petugas jaga laut di anjungan.
Petugas jaga selanjutnya menyampaikan instruksi lewat pengeras suara agar tim PEK segera aksi penanggulangan.
Dalam waktu singkat tim Penyelamatan Kapal segera menuju lokasi kejadian, melakukan penyelidikan kebakaran diduga akibat konsleting listrik.
Tim PEK mengerahkan penyerang satu untuk menanggulangi kebakaran dengan Alat Pemadam Ringan (APAR).
Satu tabung APAR habis namun api terus menyala, tim penyerang satu mundur kemudian tim penyerang dua dengan menggunakan baju tahan api dan satu tabung APAR melakukan aksi penanggulangan hingga api padam.
Untuk memastikan api benar-benar padam dilakukan penyekatan, pembasahan area kebakaran oleh tim penyekat.
Sekira lima belas menit penanggulangan dipastikan api padam dengan jumlah kerugian personel nihil, kerugian materiil dua tabung APAR habis, satu unit CPU terbakar, serta perangkat perabot di Ruang Damage Control ludes terbakar.
Pada kesempatan itu Komandan KN. Tanjung Datu-1101 Letkol Laut (P) Muhammad Dimmi Oumri, S.E., mengatakan, Latihan Penyelamatan Kapal atau (PEK) terus dilaksanakan secara rutin selama kapal dalam pelayaran maupun saat di pangkalan.
“Setiap ABK wajib mengerti dan memahami tugas dan fungsinya saat terjadi bahaya kebakaran atau kebocoran kapal,” jelas Komandan KN. Tanjung Datu.
(Deni M/Humas Bakamla RI)
