Metropol, Bogor – PT Antam (Persero) Tbk., mengucapkan prihatin dan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa dua karyawan kontraktor jasa pertambangan yang sedang melaksanakan aktivitas pekerjaan di lokasi tambang emas Pongkor, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat pada 27 Desember 2016. Atas musibah tersebut satu karyawan meninggal dan satu karyawan lainnya menjalani perawatan di rumah sakit.
Direktur Operasi PT Antam, Agus Zamzam mengatakan, “sebagai penanggungjawab atas kinerja perusahaan jasa pertambangan yang beraktivitas di tambang emas Pongkor. Antam senantiasa mendukung proses investigasi yang akan dilakukan oleh Kepala Inspektur Tambang Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KaIT KESDM),” katanya kepada Metropol melalui pesan singkat, Rabu (28/12).
Menurut Agus, dalam menjalankan kegiatan operasional, PT Antam telah melaksanakan kesesuaian prosedur kerja dan memperhatikan kaidah keselamatan dan kesehatan kerja.
Lanjutnya menjelaskan, berdasarkan telaah internal Perseroan, saat itu dua personil tersebut sedang melaksanakan aktivitas pengamanan dan pembersihan pijakan kerja. Satu korban diduga terjatuh dari ketinggian, sedangkan satu korban ditemukan tidak sadarkan diri di sekitar lokasi kerja.
“Proses evakuasi dilakukan oleh tim Emergency Response Group (ERG) sesuai dengan prosedur kondisi darurat. Satu karyawan dinyatakan meninggal oleh dokter diluar tunnel tambang. Sedangkan satu rekannya dilarikan ke rumah sakit,” jelas Agus dalam pesan singkat dari Humas PT Antam Pongkor, Bagus.
Dijelaskan kembali, PT Antam telah menjalankan prosedur Initial Report Incident kepada Kepala Inspektur Tambang dan Direktur Teknik dan Lingkungan Kementerian ESDM. Informasi lengkap mengenai penyebab kejadian akan diperoleh setelah selesainya proses investigasi.
“Atas kejadian ini kegiatan operasional tambang dan pabrik pengolahan emas Pongkor tetap berjalan normal,” jelasnya.
(Rahman/Jajang)
