Tampak rapat saat persiapan gerak jalan Tajemtra, (27/8).
Jember, NewsMetropol – Pemerintah Kabupaten Jember kembali menggelar gerak jalan Tanggul Jember Tradisional (Tajemtra) tahunan yang akan digelar pada tanggal 8 September 2018 nanti.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Jember, Dedi M Nurahmadi, SP, MSi., mengatakan, ada beberapa perbedaan penyelenggaraan dari tahun lalu.
“Perbedaan itu diantaranya soal hadiah. Sekarang tidak ada lagi mobil sebagai hadiah. Kita belikan sepeda motor sebanyak sepuluh,” katanya kepada NewsMetropol, Senin (27/8).
Dengan menyediakan banyak motor tersebut, Dedi berharap lebih banyak lagi peserta yang memiliki peluang mendapatkan hadiah, termasuk hadiah pembinaan sebesar Rp80 juta.
Tempat pendaftaran di 7 kecamatan dan dua kantor. Di kantor Dispora di JSG dan di eks gedung BHS. Tujuh kecamatan itu yakni Rambipuji, Tanggul, Bangsalsari, Balung, Ambulu, Kalisat, dan Mayang.
Terkait biaya pendaftaran, Dedi menegaskan gratis karena telah dibiayai oleh APBD Kabupaten Jember. Namun, setiap peserta sangat diminta untuk ikut asuransi yang besarnya Rp5.000.
Besaran asuransi ini tampak lebih besar dari tahun lalu, Rp3.000. Sebab, asuransi kali ini tidak hanya asuransi kecelakaan saja.
“Dua proteksi bagi para peserta. Kalau tahun lalu proteksi kecelakaan saja, tahun ini proteksi kecelakaan dan kematian,” ujarnya usai rapat persiapan di aula bawah Pemkab Jember.
Hal lain yang berbeda adalah syarat surat keterangan sehat. Pada tahun ini, khusus untuk mengikuti Tajemtra tidak dipungut biaya.
“Bagi pendaftar pertama kita sediakan kaos sebanyak 2.500,” jelas Kapolres Jember.
Pengamanan Tajemtra 2018 ini juga melibatkan lebih banyak personel keamanan. Total lebih dari 300 personel yang berasal dari Secaba, Yonif 515, Yonif 509, Brigif, Kodim, Armed, dan kepolisian. Itu ditambah Satpol PP dan Dinas Perhubungan.
“Kami berharap, karena momen ini gratis bisa mengurangi angka pemggembira. Gratis dan kita sediakan hadiah cukup banyak dari tahun. Ini kami harapkan mengurangi penggembira yang tahun lalu cukup banyak, sekitar 100 sampai 200 ribu orang,” harap Dedi.
(Andik)
