Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman, pada Upacara 17-an, Senin (19/2).
Malang, NewsMetropol – Upacara 17-an, merupakan salah satu kegiatan rutin yang wajib digelar oleh kalangan militer.
Tidak hanya itu, selain diikuti oleh prajurit TNI-AD di wilayah teritorial Kodam, apel upacara pagi ini, juga diikuti oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kodam V/Brawijaya.
Membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman menjelaskan, TNI-AD berhasil memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang ditetapkan langsung oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
“Namun perlu digarisbawahi dalam pemahaman kita, bahwa opini WTP bukanlah wujud capaian prestasi kinerja. Akan tetapi, sebagai norma wajib yang harus dipenuhi oleh kita dalam mempertanggungjawabkan pelaksanaan program kerja secara transparan dan akuntabel,” ujar Pangdam saat menjadi Irup pada Upacara 17-an, Senin (19/2).
Dalam suatu aspek kerja, jelas Pangdam, dirinya menghimbau seluruh personel untuk tetap bisa menjaga kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat.
Menurutnya, hal tersebut, akan menjadi suatu tuntutan untuk senantiasa menjaga, dan terus meningkatkan kinerja serta pengabdian kepada masyarakat.
“Agar mampu mewujudkan itu semua, hal terpenting yang harus kita lakukan adalah, mau dan mampu melaksanakan evaluasi, baik secara pribadi maupun organisasi,” jelasnya.
Dia juga menghimbau seluruh anggotanya untuk tetap bersikap netral selama berlangsungnya pemilihan kepala daerah 2018 yang akan dilaksanakan di wilayah Provinsi Jawa Timur.
“Saya tekankan kepada seluruh personel TNI-AD, agar memahami dan mempedomani prinsip loyalitas tegak lurus ke atas secara hierarkis, dengan mengikuti dan menaati semua arahan yang diberikan oleh unsur pimpinan di satuan masing-masing secara bertanggung jawab,” tegas orang nomor satu di wilayah teritorial Kodam V/Brawijaya ini.
(Andik/Pendam V)
