Kasrem

Kasrem 143/HO Letkol Kav Agus Waluyo, S.I.P.

Kendari, NewsMetropol – Rangkaian kegiatan Pilkada Serentak 2018 telah memasuki masa kampanye pada 15 Februari 2018 lalu.

Pilkada serentak tahun 2018 akan lebih besar daripada Pilkada sebelumnya. Sebanyak 171 daerah akan berpartisipasi pada ajang pemilihan kepala daerah pada tahun ini.

Dari 171 daerah tersebut, ada 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten yang akan menyelenggarakan Pilkada di 2018 ini.

Hal itu disampaikan Kasrem 143/HO Letkol Kav Agus Waluyo, S.I.P selaku Inspektur Upacara pada saat membacakan amanat Kasad, pada Upacara 17-an bulan Februari di Lapangan Upacara Korem 143/HO, Senin (19/2).

Kasad dalam amanatnya juga mengingatkan jajarannya tentang adanya potensi kerawanan sosial dalam situasi seperti ini.

“Pada konteks pelaksanaan tugas, saya perlu mengingatkan bahwa waktu terus berjalan dan pada tanggal 15 Februari rangkaian kegiatan dalam rangka Pilkada Serentak telah memasuki masa kampanye  di 17 Provinsi, 39 kota  dan 113  Kabupaten. Pada situasi seperti ini, potensi kerawanan sosial ditengah-tengah masyarakat terasa semakin membesar. Pihak-pihak yang memiliki kepentingan akan terus berupaya melakukan segala hal untuk mendapatkan keuntungan dari kondisi sosial yang terjadi,” ucap Kasad, Jenderal TNI Mulyono.

Baca Juga:  Pimpin Upacara HUT ke-65 Kostrad, Panglima TNI Tegaskan Peran Strategis Kostrad Jaga NKRI

Lanjutnya, beberapa waktu terakhir marak pemberitaan di media massa tentang terjadinya pemukulan dan penganiayaan terhadap tokoh agama seperti kyai dan ulama di beberapa wilayah seperti di wilayah Jawa Barat dan D.I Yogyakarta.

Ia pun meminta kepada seluruh prajurit TNI AD di manapun berada agar selalu cermat dalam mengamati dinamika sosial yang terjadi.

“Sebagai personel TNI AD yang sekaligus insan intelijen kita tentu memiliki naluri untuk menilai bahwa rangkaian peristiwa itu tidak terjadi begitu saja secara kebetulan, melainkan terencana secara sistematis dan memiliki tujuan tertentu,” ungkap Kasad.

Sebagai alat Negara, lanjut Kasad, prajurit TNI AD harus benar-benar cermat dalam mengamati dinamika sosial yang terjadi.

Baca Juga:  Kasad Launching 11 Jembatan Gantung di Aceh, Bagian dari 218 Jembatan yang Rampung Dibangun TNI

Selain itu, orang nomor satu di jajaran TNI AD itu juga mengharapkan agar semua personel di jajaran TNI AD dapat membangkitkan kembali kemampuan deteksi dini terhadap adanya potensi konflik sosial di masyarakat.

“Cegah dini, temu cepat dan lapor cepat terhadap gejala-gejala yang sedang terjadi. Bangun kerjasama yang sinergis dengan Kepolisian maupun aparat pemerintahan yang lain agar mampu mengantisipasi setiap potensi kerawanan yang mungkin timbul, serta melakukan langkah-langkah pencegahan dan penanganan secara tepat” tegasnya.

Terakhir, Jenderal bintang empat itu memerintahkan kepada seluruh prajurit TNI AD, PNS, dan keluarga besarnya agar lebih bijak menggunakan sosial media.

“Kita harus mampu mengambil bagian dalam upaya membangun ketahanan informasi dan mengikis kebiasaan penggunaan sosial media untuk menyebar berita negatif bermuatan SARA dan ujaran-ujaran kebencian yang mengancam persatuan dan kesatuan Bangsa,” pungkasnya.

(Ronal Fajar)

KOMENTAR
Share berita ini :