Komjen Pol (Purn) Ahwil Luthan (tengah) didampingi pengurus Organisasi Bersama lainnya pada Hari Ulang Tahun BERSAMA yang ke 40.
Jakarta, NewsMetropol – Mantan Kepala BNN Komjen Pol (Purn) Ahwil Luthan menegaskan dirinya mengetahui eksistensi Organisasi BERSAMA.
“Saya tahu persis organisasi Bersama. Sebelum ada undang-undang narkotika, Bersama sudah bergerak berdasarkan Bakolakinpres,” ujar Kepala BNN pertama itu beberapa waktu lalu.
Di hadapan pengurus organisasi yang merayakan Hari Ulang Tahunnya ke 40,
Ahwil Lutan juga memberi kesaksian, bahwa organisasi ini diresmikan oleh Ibu Tien Soeharto dan telah begerak di bidang pencegahan dan sudah berkontribusi terhadap bangsa.
“Sejak jaman sebelum reformasi, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) memang dikoordinir oleh Konsorsium yang bernama Bersama ini,” ujarnya lagi.
Lanjutnya, dalam kiprahnya, Bersama telah membina, mengarahkan termasuk memberi bantuan kepada banyak sosok-sosok sosialpreneur yang peduli terhadap masalah bahaya madat atau bahaya narkoba.
“Dimana mereka, secara sukarela memberikan pelayanan gratis dan edukasi kepada masyarakat. Tanpa mereka berpikir atau bertujuan keuntungan dari kegiatannya,” terangnya.
Kata dia, di organisasi Bersama ada lebih 64 organisasi, yayasan ataupun profesi yang tergabung dan komitmen peduli akan bahaya narkoba serta berupaya mencegah penyebaran narkoba.
Mantan Duta Besar Meksiko ini menyebut, harusnya pengurus Bersama bisa dengan bangga menyebut, “We The Best,” bukan hanya sekedar “We Are The First.”
Ahwil sangat mensuport Bersama dan punya ikatan emosional dengan organisasi ini, sejak menjadi polisi muda.
“Jadi, bila sekarang Bersama membangun sejuta relawan anti narkoba, termasuk orang-orang itu tidak merokok. Jaringan yang istilahnya disebut gerilyawan, yang dikembangkan Bersama, tentunya saya dukung,” papar Pembina NewsMetropol ini.
Sementara itu, Ketua Umum Bersama, Putera Astaman berharap ada sepuluh orang menyebut dirinya tidak memakai narkoba, kemudian di bawahnya lagi, juga berkomitmen demikian.
Orang-orang ini, menyebut dirinya gerilyawan anti narkoba. Demikian terus ke bawahnya, tapi komitmen itu, sampai mati, tidak menyentuh narkoba bahkan juga tidak merokok,” ujar Putera Astaman.
Senada dengan itu, Wasekjen Bersama mengatakan bahwa seluruh pengurus Bersama sepakat untuk mengingatkan semua unsur di masyarakat, agar terus peduli bahaya narkoba seumur hidup.
“Dan berupaya menjadikan gerilyawan dan menghidupkan sejuta laskar anti narkoba,” jelas Asri Hadi.
(M. Daksan/Antara)
