mENHAN ri

Surabaya, Metropol – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu memberikan kuliah umum kepada seluruh Taruna dan Taruni Akademi Angkatan Laut, di gedung Maspardi AAL Bumimoro, AAL Surabaya, Senin (18/01)

Pada kuliah umum tersebut, Menhan didampingi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P., dan Gubernur AAL Mayjen TNI (Mar) Guntur IC Lelono, S.E..

Gubernur AAL Mayjen TNI (Mar) Guntur IC Lelono, S.E., dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan ucapan terima kasih atas kunjungan Menhan RI beserta rombongan ke AAL serta kesediaan Menhan RI memberikan kuliah umum kepada para Taruna/Taruni AAL.

“Kami yakin, apa yang disampaikan oleh Bapak Menteri akan sangat berguna bagi kita semua dan khususnya bagi para Taruna/Taruni sekalian,” ujar Gubernur AAL.

Mengawali kuliah umum tersebut, Menhan RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu mengatakan bahwa tujuan dari tatap muka ini adalah untuk memperkokoh kebersamaan dan semangat pengabdian kita sebagai komponen utama pertahanan bangsa terutama kepada para generasi penerus yang akan menjadi pemimpin jajaran TNI pada masa mendatang.

“Sebagai calon prajurit TNI, Taruna/Taruni mempunyai modal kuat sebagai duta Kementerian Pertahanan untuk meningkatkan wawasan kebangsaan dan semangat bela negara bagi masyarakat. Oleh karena itu, kebijakan, arahan serta penekanan saya sampaikan hendaknya dijadikan pedoman dalam menyelesaikan pendidikan yang sedang kalian tempuh,” ujar Menhan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu.

Baca Juga:  Pengosongan Rumah Dinas Mabes TNI di Komplek Slipi Berjalan Tertib dan Sesuai Ketentuan

“Saat ini, negara-negara di dunia menghadapi potensi ancaman, baik yang nyata seperti terorisme dan separatisme maupun ancaman belum nyata seperti konflik terbuka atau perang konvensional antar negara dengan melibatkan kekuatan alutsista yang masih kecil kemungkinannya terjadi. Meskipun demikian, kita harus tetap waspada mengingat dimensi ancaman belum nyata ini dapat berevolusi menjadi ancaman yang nyata ketika kepentingan dan kehormatan suatu negara terusik,” tegas Menhan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu.

“Sebagai bangsa yang besar, sudah sewajarnya Indonesia memiliki kekuatan pertahanan yang setara dengan negara besar lain. Karena kekuatan sangat diperlukan sebagai antisipasi terhadap kemungkinan konflik bersenjata (detterence effect). Untuk menumbuhkan kebanggaan dan semangat kalian sebagai prajurit TNI, kekuatan pertahanan negara kita menurut Global Fire Power Indeks tanggal 13 November 2015 kekuatan Angkatan Bersenjata Indonesia adalah 0,5321 point, dan menempatkan Indonesia di urutan ke 12 dari 126 negara,”
ujar Menhan.

Baca Juga:  Panglima TNI Hadiri Pelantikan Menteri dan Pejabat Pemerintah Kabinet Merah Putih di Istana Negara

Pada bagian akhir kuliahnya, Menhan menekankan agar para Taruna/Taruni harus menjaga kekompakan, menjalin kerjasama yang baik dalam menjalankan tugas sehingga tercipta kondisi yang kondusif.

“Saya yakin dengan loyalitas, dedikasi, profesionalisme dan pembentukan selama di akademi ini, kalian semua dapat berhasil dalam menghadapi setiap dinamika perkembangan, baik lingkup daerah, nasional, regional maupun internasional. Tentu semua itu akan mengantar kejayaan dan kebesaran Bangsa Indonesia di masa yang akan datang,” tegasnya.

Usai memberikan kuliah umum, Menhan RI berkesempatan menyerahkan bantuan dua unit kendaraan sepeda motor kawal untuk mendukung pelaksanaan tugas Satuan Provost AAL.

Turut hadir diacara tersebut, Dirjen Kuathan Laksamana Muda (Laksda) TNI Agus Purwoto, Kabaranahan Laksda TNI Ir. Leonardi, M.Sc, Aspers Kasal Laksda TNI Djoko Teguh Wahojo, S.H., M.M., Aslog Kasal Laksda TNI Ir. Harry Pratomo, Komandan Kobangdikal Laksda TNI Laksda TNI Tri Wahyudi Sukarno, Wagub AAL Laksamana Pertama TNI R. Edi Surjanto, S.E., M.M., dan sejumlah Pejabat Utama dan para Pengasuh Taruna AAL.

(Kamal/Dispenal)

KOMENTAR
Share berita ini :