IMG-20200326-WA0113

Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid saat menunjukan sampel Kopi di Ruang kerja Dinas Koperasi Lombok Barat, Kamis (26/3).

Giri Menang, NewsMetropol – Tecatat Nusa Tenggara Barat (NTB) belum masuk dalam catatan daerah penghasil kopi nasional. Kondisi ini menjadi titik perhatian pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Pemkab Lobar) bersama Asosiasi Kopi NTB untuk mengorbitkan hasil kopi Lobar masuk catatan penghasil kopi nasional.

Bupati Lobar H.Fauzan Khalid menyatakan, siap mendukung Asosiasi Kopi NTB dalam rangka mengorbitkan hasil kopi berkualitas. Ke depan kata bupati, Asosiasi Kopi NTB agar tetap melakukan pendekatan dan bimbingan khususnya bagi petani kopi di daerah Patut Patuh Patju ini.

“Selain Asosiasi Kopi, saya minta kepada OPD terkait juga melakukan hal yang sama untuk memunculkan potensi kopi yang kita miliki,” pinta bupati saat digelar pertemuan informal bersama Asosiasi Kopi NTB di ruang kerja Dinas Koperasi Lombok Barat Kamis (26/3).

Prinsipnya bupati tetap mendukung. Dari sisi bantuan, pihaknya tidak ingin bantuan diberikan dalam bentuk nominal. Karena sistem ini sudah menyalahi aturan. Demikian juga bantuan dalam bentuk fisik mesin. Ini bisa saja diperjualbelikan oleh kelompok tani (Poktan) bersangkutan. Namun bupati meminta, sarana dan prasarana jalan, koperasi atau fisik bangunan poktan memadai tempat berkumpulnya pengurus poktan.

Baca Juga:  KRI Sriwijaya-100 Resmi Dikukuhkan, Merah Putih Berkibar di Pelabuhan Tanjung Priok

“Bantuan pelatihan ataupun sejenisnya, menurut saya ini tidak mendukung. Lebih baik kita buatkan sarana dan prasarana jalan penghubung dari hulu ke hilir,” pinta bupati di hadapan Sekda H.Baehaqi, Asosiasi Kopi NTB, Asisten I, Kadis Koperasi, Kadis Perindag, Kadis Pertanian, Kabag Ekonomi, Kabag Humas dan Protokol, Sekcam Lingsar dan sejumlah perwakilan OPD terkait.

Dalam kesempatan itu, Sekda Lobar H.Baehaqi meminta pengembangan kopi jangan sampai tidak mengarah kepada wisata lokal. Ini sebagai bentuk mengangkat kembali nuansa pariwisata yang punah setahun belakangan ini.

“Melalui kopi ini bagaimana mengarah kepada wisata desa. Selain terangkatnya ekonomi warga pedesaan, tapi juga mengangkat pariwisatanya sekaligus,” papar Baehaqi.

Dalam rangka pengembangan hasil kopi ini, pihak Dinas Pertanian sudah menyiapkan bibit kopi sebanyak 23.600 pohon. Bibit ini didapatkan melalui dana APBD tahun 2020. Sementara dari dana Pokok Pikiran (Pokir) direncanakan akan dbicrakan dengan pihak DPR.

“Bibit-bibit kopi ini kita akan tanam pada lahan seluas 669 hektar di Lombok Barat,” papar Kadis Pertanian Ir.H.Muhur Zohri.

Tidak hanya Dinas Pertanian, Dinas Koperasi Lobar pun sudah siap menggelar pelatihan bagi petani. Ini sebagai upaya menciptakan SDM dan skil para petani khususnya kopi. Demikian pula dengan Dinas Perindag. Siap memfasilitasi bantuan berupa lapak bila hasil kopi petani ingin dikembangkan dalam bentuk produk kemasan.

Baca Juga:  Lanjutkan Streamlining Pelindo Group, Pelindo Sinergi Lokaseva Perkuat Struktur Bisnis melalui Integrasi API dan PPI-MMI

“Prinsipnya kita siap mendukung. Untuk sarana jalan ke lokasi nanti pihak DPU PR memfasilitasi,” cetus Kepala Dinas Koperasi Lobar, H.Fajar Taufiq.

Di tempat yang sama, Ketua Asosiasi Kopi NTB, Dody Adi Wibowo mempresentasikan hasil kunjungnnya ke Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Alam Lestari di Dusun Rumbuk Desa Batu Mekar-Lingsar beberapa waktu lalu. Di Gapoktan ini kata Dody, direncanakan sebagai basis awal pengembangan kopi di Lobar. Beralasan, karena sudah ada dukungan pihak provinsi melalui BKPH NTB, Kepala Resot Jangkok dan Rinjani Barat.

“Untuk sampel pengelolaan kita bina dulu dari hulu.Kebetulan di Gapoktan Alam Lestari memiliki 15 Kelompok Tani Hutan (KTH,red) didukung Koperasi dan ratusan ribu bibit kopi siap panen,” papar lelaki pengusaha kopi kondang ini.

Hanya saja Dody mengklarifikasi bantuan pemda. Di Gapoktan Alam Lestari, menurut Dody sangat membutuhkan 4 alat dalam rangka mendukung pengembangan kopi. Diantaranya adalah para-para (sempara).

Ini sebuah alat untuk menjemur kopi yang sudah dipanen. Berikutnya mesin kupas basah, mesin kupas kering dan mesin sortir, ujar Dody.

(Rahmat)

KOMENTAR
Share berita ini :