Korsa Nilai Permohonan Maaf Maruarar Bertendensi Politik

Koordinator Komunitas Relawan Sadar (Korsa) Amirullah Hidayat. (Foto/Ist).

Jakarta, NewsMetropol – Koordinator Komunitas Relawan Sadar (Korsa) Amirullah Hidayat menilai permohonan maaf Politisi PDIP Maruarar Sirait hanya untuk kepentingan Pilpres 2019.

“Pernyataan permohonan maaf yang disampaikan Ketua Stering Comite Turnamen Piala Presiden adalah dalam rangka untuk pengamanan Pemilihan Presiden 2019, dan itu dilakukan untuk cuci tangan pihak Istana atau dengan kata lain pihak Istana mau buang badan atas kasus tersebut,” ujar Amirullah Hidayat dalam releasenya kepada Redaksi NewsMetropol, Rabu (21/2).

Menurutnya, kejadian pelarangan Anies Baswedan untuk mendampingi Presiden dalam memberi ucapan selamat kepada Persija usai memenangi laga Final Piala Presiden beberapa waktu lalu telah membuat rakyat Indonesia marah karena tindakanĀ  tersebut adalah suatu tindakan memalukan dan merusak nilai luhur bangsa yang menjunjung tinggi moral dan etika.

“Jadi kami menilai permintaan maaf Maruarar tersebut sangat politis apalagi tindakan tersebut telah melanggar aturan Undang Undang, sebab sudah jelas bahwa dalam UU No 9 tahun 2010 tentang Keprotokolan. Bila Presiden datang kesatu daerah, maka Gubernur sebagai kepala Pemerintahan di wilayah tersebut harus mendampingi,” ujarnya lagi.

Lanjutnya, perlakuan terhadap Gubernur DKI bertentangan dengan aturan protokoler dimana bila suatu acara dihadiri oleh Presiden maka disitu berlaku Protokoler.

“Tidak mungkin protokoler berani mengambil tindakan tanpa kordinasi dengan Presiden, itu prosedur yang berlaku dalam aktifitas sehari hari di lingkungan istana,” tegasnya.

Kata dia, jika protokoler itu tidak berlakuĀ  dalamĀ  acara Turnamen Piala Presiden tersebut makin jelaslah Joko Widodo tidak mempunyai kemampuan sebagai pemimpin.

“Presiden seperti ini tidak layak dilanjutkan kembali untuk memimpin bangsa yang sangat besar ini,” ujar Tokoh Muda Muhammadiyah ini.

Apalagi terang dia, Korsa sebagai perkumpulan para Relawan Jokowi telah menyadari akan kondisi Negera hari ini.

“Sangat paham bener bagaimana Presiden Jokowi dan orang sekelilingnya ketakutan dalam menghadapi Pemilihan Presiden 2019 sehingga akan melakukan segala cara untuk itu salah satunya dengan melakukan pencitraan seperti selama ini,” terangnya.

Dia menambahkan bahwa kondisi keprihatinan yang dialami bangsa ini telah lengkap dimana kehidupan ekonomi rakyat miskin makin susah, busung lapar yang mengambil korban puluhan orang meninggal dunia hingga semangat sportifitas olah raga pun dirusak.

“Oleh karena itu dalam waktu dekat kami dari Koalisi Relawan Sadar akan mendeklarasikan Gerakan Sadar Nasional yang dimana gerakan ini mempunyai visi untuk menyadarkan rakyat akan kondisi rusaknya bangsa saat ini sehingga tidak terlena dengan pencitraan yang dilakukan Joko Widodo, sebab jika Jokowi memerintah dua periode makan tak tentu nasib bangsa ini kedepan,” tegas Amirullah Hidayat.

(M. Daksan)

KOMENTAR
Share berita ini :