Seminar

Korem 162/WB Letkol Czi Irawan Agung Wibowo, S.T., M.Tr.(Han) saat memberikan materi.

Mataram, NewsMetropol – Badan Ekskutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri (BEM UIN) Mataram menyelenggarakan seminar radikalisme yang dihadiri Wakil Rektor III UIN Mataram, Kamis (19/4).

Seminar tersebut mengangkat tema “Peran Mahasiswa Dalam Menangkal Radikalisme dan Menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

Hadir beberapa narasumber salah satunya Kasi Intel Korem 162/WB Letkol Czi Irawan Agung Wibowo, S.T., M.Tr.(Han) yang memberikan materi tentang peran TNI dalam menangkal radikalisme dan menjaga keutuhan negara kesatuan Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Kasi Intel Korem 162/WB menyampaikan pola pergerakan faham radikal di Indonesia.

Penelitian LIPI tahaun 2011 yang dilakukan di 5 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Pulau Jawa menyatakan salah satu pola gerakan radikal di Indonesia yakni melakukan penyusupan kedalam organisasi kampus.

Baca Juga:  Panglima TNI Terima Audiensi Organisasi Pecinta Alam Wanadri

Menurutnya, radikalisme dapat terjadi karena ada ketimpangan dalam bidang Ideologi, politik, sosial, ekonomi, kebudayaan di suatu wilayah.

“Maka dari itu, sesuai dengan Undang-Umdang No. 34 tahun 2004, TNI berperan untuk menangkal Radikalisme di semua aspek terutama di kalangan Mahasiswa,” pungkas Irawan.

Dijelaskannya, terkait dengan peran satuan Komando Kewilayahan TNI seperti Korem 162/WB dalam menangkal Radikalisme di wilayahnya yakni melaksanakan pembinaan terhadap organisasi pelajar, mahasiswa dan kepemudaan.

Seperti melalui Pramuka, Menwa, putra putri TNI Polri, melakukan sosialisasi dan pembentukan jaringan teritorial dalam rangka meningkatkan rasa kepedulian masyarakat untuk lapor cepat, temu cepat dalam perkembangan wilayahnya.

Selain itu, kata Irawan, melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (komsos) dengan seluruh elemen masyarakat, sehingga timbul pemahaman yang positif dan hubungan yang positif antara masyarakat dan TNI melalui kegiatan ceramah, diskusi, Anjang sana maupun seminar seperti yang dilaksanakan sekarang ini.

Baca Juga:  Perkuat Regenerasi Kepemimpinan, Mabes TNI Gelar Sertijab Dansesko TNI dan Pangkogabwilhan II

Dijelaskannya, upaya terakhir yang dilakukan untuk mengurangi adanya ketimpangan tersebut dengan melaksanakan Bhakti TNI dalam bentuk Operasi Bhakti, baik sasaran fisik maupun non fisik untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta membantu Pemda mewujudkan situasi yang kondusif.

“Salah satu contoh, MoU dengan Perguruan Tinggi melalui pelaksanaan KKN,” kata Irawan.

(Rahmat)

KOMENTAR
Share berita ini :