Kisah Korban Tipu Daya Q Net dari Medan

Komentar korban Q-NET kota Medan ke Facebook grup ‘Sahabat MAS”.

Lumajang, NewsMetropol – Kisah tragis ini ditulis oleh sebuah akun Facebook bernama @Benedicta Manik di sebuah grup bernama ‘korban Q-NET kota Medan’ dan selanjutnya dibagikan ke Facebook grup ‘Sahabat MAS,’ Sabtu (21/9).

Korban menceritakan awal mula dirinya mengenal bisnis Q-Net dari seseorang yang berasal dari Nias dan dikenal melalui sosial media.

Saat itu, pelaku menawarkan kepada korban sebuah pekerjaan di sebuah perusahaan yang bernama PT GSI di Kota Medan.

Pelaku juga memberikan iming-iming gaji hingga 2,8 juta rupiah belum termasuk lain-lain perbulan kepada korban.

Korban yang saat itu membutuhkan pekerjaan, sempat merasa janggal lantaran tak menemukan profil perusahaan tersebut setelah ia cari di laman pencarian Google.

Namun karena korban sangat membutuhkan pekerjaan sehingga iapun memberanikan diri untuk berangkat.

Korbanpun menyiapkan sebaik mungkin untuk interview sejak 2 hari sebelum hari H.

Dikatakan oleh pelaku, interview akan dilakukan pada hari Rabu dan Sabtu.

Korbanpun datang ke tempat yang bernama Amplas sekira pukul 07.00 WIB.

Namun setelah sampai di tempat tersebut, korban tidak dapat menghubungi pelaku.

Korban baru berhasil menghubungi pelaku setelah 30 menit di tempat tersebut.

Sang pelaku memberikan arahan kepada korban agar datang ke depan Mapolsek Simalingkar.

Ternyata di tempat itu korban telah ditunggu oleh teman dari pelaku yang juga orang Nias.

Korban pun diantar ke sebuah kosan di depan Polsek Simalingkar dan tepatnya di sebelah sebuah PAUD.

Baca Juga:  Polda Sultra Gagalkan Peredaran 6,5 Kg Sabu Jaringan Internasional, Kurir Diringkus di Kendari

Ternyata di tempat tersebut juga telah banyak berkumpul orang-orang berpakaian seragam putih.

Saat ditanya penulis apakah juga akan datang interview, mereka hanya membalas dengan senyuman.

Setengah di tempat tersebut, akhirnya sebuah angkot menghampiri mereka dan akan mengantarkan ke tempat yang katanya untuk ‘interview’.

Korban awalnya sempat takjub karena perusahaan tersebut sangat peduli kepada calon karyawannya.

Namun lamunan korban tiba-tiba buyar lantaran gambaran sebuah pabrik maupun perusahaan besar sirna setelah angkot tersebut masuk ke Asrama Haji yang berada di Jalan A.H Nasution.

Setelah turun dari angkot, korban bersama rombongan diarahkan ke sebuah ruangan seminar.

Dari sana korban merasa sangat marah lantaran telah ditipu oleh seseorang yang dikenal melalui sosial media tersebut.

Selain itu, orang yang mengajaknya untuk datang ke tempat tersebut juga tak menampakkan batang hidungnya.

Akhirnya korban berhasil menemukan pelaku tersebut dan memakinya habis-habisan.

Pelaku hanya bisa meminta maaf dan korban mengatakan bahwa dia tidak akan mau datang jika pelaku mengajak secara terang-terangan ke seminar tersebut.

Namun karena bujuk rayu dari pelaku, korban pun mau mengikuti seminar hingga selesai.

Dirinya juga hampir saja termakan bujuk rayu dari para motivator Q-Net lantaran apa yang dijelaskan menurutnya seakan-akan nyata.

Bahkan korban semakin yakin akan bergabung, saat salah satu teman semasa di bangku SMKnya dulu, maju sebagai motivator dan memamerkan berbagai macam kesuksesannya.

Padahal korban sangat ingat temannya yang bernama Irwandany Butarbutar tersebut termasuk hidup pas-pasan saat masih sekolah.

Baca Juga:  Modus Mengajak Joged, Pria di Baubau Ditangkap Polisi Usai Rudapaksa Seorang Perempuan

Korban juga hampir mau menelfon keluarganya untuk meminta kiriman uang sebesar 10 juta rupiah sebagai syarat bergabung dengan bisnis tersebut.

Namun seper sekian detik sebelum menelfon keluarganya, dirinya sempat membuka akun instagram milik Irwandany, dan tak menemukan gambaran kehidupan hingar-bingar seperti yang telah ia presentasikan di depan seminar tadi.

Saat dirinya mendekat ke teman lamanya tersebut dan ingin menanyakan beberapa hal, si teman lamanya tersebut malah terkesan menghindar.

Akhirnya korban menyadari bahwa semua yang dikatakan di seminar tersebut hanyalah kebohongan belaka setelah dirinya membuka mesin pencari Google dan menuliskan kata kunci PT Q-Net.

Dalam pencarian tersebut, banyak ia temukan cerita miris yang ditulis korban Q-Net.

Dirinya sangat bersyukur lantaran tak sampai terjerumus dalam bisnis penipuan tersebut.

Menyikapi informasi tersebut, Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban kembali menghimbau masyarakat agar lebih memilah jika mendapatkan tawaran pekerjaan.

“Modus dari para leader Q-Net untuk mendatangkan calon mangsa ke seminar adalah dengan janji pekerjaan di sebuah perusahaan. Saya menghimbau agar masyarakat Indonesia lebih bisa memilah mana pekerjaan yang sekiranya logis dengan pekerjaan yang hanya bermodus dan berujung penipuan. Harapan saya kepada para korban Q-Net agar datang ke Mapolres terdekat untuk membuat laporan Polisi. Laporan tersebutlah yang dapat memperkuat bukti bahwa PT QNet adalah perusahaan yang bergerak dibidang tipu menipu masyarakat,” terang Perwira Polisi kelahiran Makassar itu.

(Red)

KOMENTAR
Share berita ini :