Kepala Desk Pusat Pengendali Kantor Pertahanan Provinsi Sultra Kolonel Inf. Budi Setiawan memeberiakan pembekalan terkait ancaman non militer nyata dan tidak nyata.
Kendari, Metropol – Kepala Desk Pusat Pengendali Kantor Pertahanan Provinsi (PPKP) Sulawesi Tenggara Kolonel Inf. Budi Setiawan mengatatakan bahwa, dimensi ancaman eksistensi suatu negara terdiri dari ancaman militer dan ancaman non militer. Hal tersebut disampaikan Kolonel Budi pada kegiatan pembekalan ancaman non militer nyata dan tidak nyata pada kawasan global, regional, nasional dan daerah di Aula Serbaguna Makodim 1417/Kendari, Kamis (16/3) kemarin
Menurutnya, ancaman non militer memiliki karateristik yang berbeda dengan ancaman militer sehingga dampak ancaman militer sangat berbahaya bagi kedaulatan dan keutuhan wilayah dari suatu negara serta membahayakan keselamatan suatu bangsa.
“Ancaman non militer ini tidak bersifat fisik, bentuknya tidak terlihat karena ancaman ini berdimensi idiologi, politik, ekonomi, sosial budaya, keselamatan umum, teknologi dan legislasi,” ujar Kolonel Budi, Kamis (16/3) kemarin
Lanjut Budi dalam konteks Daerah Sulawesi Tenggara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah, investasi yang mendatangkan Tenaga Kerja Asing (TKA) bisa menjadi ancaman non militer yang serius.
“Kalau TKA ini tidak diawasi ketat, mereka bisa menjadi sumber dari ancaman non militer lainnya. Dari sini akan muncul kecemburuan karena kesenjangan ataupun keselamatan umum lainnya seperti penyebaran penyakit menular maupun obat terlarang,” sebutnya.
Budi juga menekankan bahwa, ancaman non militer yang paling serius yang dapat mengancam eksistensi NKRI adalah upaya asing dalam Legislasi nasional.
“Pada bagian ini, mereka akan berupaya mengintervensi sistem hukum kita sehingga kita akan berpaling pada landasan konstitusional kita yang sebenarnya yakni UUD 1945,” tegasnya.
Oleh karena itu, Kolonel Budi berharap agar semua Komponen Bangsa selalu meningkatkan kewaspadaan dari pengaruh globalisasi yang negatif yang dapat merusak.
Untuk diketahui kegiatan tersebut diikuti oleh Keluarga Besar Tentara (KBT), FKPPI, Pemuda Panca Marga dan Pelajar dengan tujuan memberikan pengetahuan dasar tentang pentingnya Bela Negara dalam menghadapi Ancaman Non Militer nyata dan belum nyata.
(M. Daksan)
