Kapal Seismik Oruc Reis berada di tengah pengawalan Kapal Perang Angkatan Laut Turki.
Ankara, NewsMetropol – Kementerian Pertahanan Nasional Turki mengumumkan bahwa sejumlah kapal perang dikerahkan melindungi aktivitas kapal penelitian seismik Oruc Reis di Mediterania Timur.
“Pendampingan dan perlindungan diberikan untuk kapal seismik MTA ORUC REIS Turki yang melakukan aktivitas penelitian seismik di wilayah yurisdiksi maritim Turki di Mediterania Timur,” kata Sumber Kementerian Pertahanan Turki seperti dikutip Anadolu Agency, Selasa (11/8).
Dikatakan bahwa Angkatan Bersenjata Turki telah mengambil semua tindakan yang diperlukan dalam kerangka tekad untuk melindungi hak dan kepentingan Turki yang timbul dari hukum internasional di wilayah yurisdiksi maritim negara tersebut.
Langkah tersebut ditempuh setelah bulan lalu Yunani keberatan dengan survei seismik yang dilakukan Turki di daerah selatan pulau Meis, atau Kastellorizo.
Alhasil ntuk meredakan ketegangan itu, Jerman berupaya secara diplomatik membantu meredakan ketegangan antara Turki dan Yunani.
Namun Turki menyebut bahwa langkah kontroversial Yunani yang menandatangani perjanjian perbatasan maritim dengan Mesir pekan lalu, melanggar landas kontinen dan hak maritimnya, sehingga semakin memicu ketegangan antara kedua negara.
Alhasil pada Senin (10/8) kemarin, Turki juga mengumumkan bahwa Oruc Reis akan melakukan penelitian di wilayah tersebut hingga 23 Agustus.
Ankara menuduh Yunani menjalankan kebijakan maksimalis di Mediterania Timur dan menggarisbawahi bahwa klaim maritimnya melanggar hak kedaulatan Turki.
Turki telah lama mempermasalahkan pengeboran sepihak pemerintahan Siprus Yunani di Mediterania Timur, dengan menyatakan bahwa Republik Turki Siprus Utara (TRNC) juga memiliki hak atas sumber daya di daerah tersebut.
(Red/Sumber)
