Reporter : Mustaqim | Editor : Widi Dwiyanto
SULAWESI BARAT, NEWSMETROPOL.id – Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Zudan Arif Fakhrulloh kaksanakan audience dan silaturrahmi dengan Organisasi Kepemudaan (OKP), Organisasi Angkutan Darat (Organda) dan mahasiswa di kompleks perkantoran Graha Sandeq Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar di Mamuju, Jum’at (20/10/2023)
Kegiatan dipandu Asisten II Jamil Barambangi dan dihadiri Sekretasris Provinsi (Sekprov) Sulbar Muhammad Idris dan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (DPD) lingkup Pemprov Sulbar.
Sementara hadir para perwakilan OKP dan mahasiswa se-Sulawesi Barat menyampaikan berbagai persoalan di tengah-tengah masyarakat berdasarkan fakta di lapangan.
Dalam pertemuan tersebut, Pemprov Sulbar menyampaikan program prioritas menjadi fokus utama saat ini. Seperti penanganan stuntingsudah ada penurunan, angka pengangguran mulai trurun, angka putus sekolah ditangani Dinas Pendidikan sudah ada titik terangnya, dan sejumlah permasalahan lainya.
Mahasiswa yang hadir juga beberapa perwakilan memberikan masukan terkait permasalahan yang terjadi di Sulbar. Mulai persoalana agraria, angka putus sekolah, stunting, angka pengangguran, membuka lapangan pekerjaan permasalahan lainnya.
Seperti dikatakan Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen Unimaju, Dadang menyampiakan berbagai persoalan sempat terjadi dan menjadi atensi mahasiswa, bahkan sampia sempat dianggap Pj Gubernur anti kritik.
“Rupanya Pemprov Sulbar tidak anti kritik, seperti persoalan kemarin mahasiswa tidak jadi dipenjara. Jadi kami siap mendukung pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan mendukung program stunting,” paparnya.
Pj Gubernur Zudan Arif Fakhrulloh mengatakan, beberapa respon dari pertanyaan mahasiswa sangat bagus karena sesuai dan konkrit di lapangan.
“Memang ini yang harus kita selesaikan bersama-sama dan ini mulai terbangun satu komunikasi lebih positif. Anak-anak kita menyampaikan pandangannyasesuai dengan realitas yang ada di Sulawesi Barat?” kata Zudan dalam keterangan tertulisnya.
Ia mengungkapkan, makannya semua pimpinan OPD hadir untuk bisa mendengarkan dan memaparkan apa yang menjadi permasalahan di Sulbar, serta langkah-langkah yang sudah dilakukan dalam menyelesaikan masalah trsebut.
“Saya apresiasi semua masukannya dan bagus. Misalnya perbaikian layanan rumah sakit, penanganan stunting, penanganan anakputus sekolah kemudian kasus yang banyak disebut yaitu tambang ini akan kami cek,” ungkap Zudan.
Zudan menyatakan, permasalahan ini akan diselesaikan satu persatu dan koordinasi dengan foorkopimda yang ada di Sulbar, sehingga pembangunan daerah terus berjalan sesuai yang diharapkan bersama.
“Ini agar investasi tetap berjalan denga baik, namun memperhatikan juga regulasi sesuai yang diharapkan bersama tanpa ada yang dirugikan baik itu masyarakat maupun investornya,” imbuhnya.
