Kasum TNI, Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A. saat memberikan pembekalan kepada 145 Perwira TNI AL

Jakarta, Metropol – Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A. mengatakan, Indonesia akan menjadi negara yang maju, adil dan makmur, serta bermartabat sebagaimana cita-cita Proklamasi, jika pemanfaatan seluruh potensi maritim dapat dioptimalkan.

“Jika kita mampu mendayagunakan segenap potensi ekonomi kelautan, maka diyakini bahwa bidang kelautan tidak hanya mampu mengeluarkan bangsa ini dari persoalan kemiskinan dan pengangguran, tetapi juga dapat menghantarkan Indonesia menjadi bangsa yang maju, adil, makmur dan bermartabat,” ujar Kasum TNI saat memberikan pembekalan kepada 145 Perwira TNI AL pada acara Penataran Kemampuan Teritorial (Tarpuanter) TNI AL tentang Ketahanan Pangan Aspek Kemaritiman di Jakarta, Kamis (13/4) kemarin.

Kata dia, pemanfaatan potensi laut Indonesia saat ini masih terkendala karena hanya fokus pada ikan dan pengelolaannya masih tradisional serta minim teknologi.

Lanjutnya, meskipun Indonesia dikenal sebagai negara agraris dan juga  negara maritim dengan sumber pangan yang berlimpah, namun sampai saat ini Indonesia  masih mengandalkan sumber pangan dari darat, sehingga pemberdayaan potensi laut belum optimal.

Laksmana Madya TNI Didit Herdiawan menjelaskan, kedepannya Indonesia harus terus mengupayakan peningkatan nilai tambah industri perikanan, melalui ekstensifikasi produk perikanan dengan memperbanyak jumlah sentra produksi perikanan dan kelautan, peningkatan aksesibilitas daerah tangkapan baru, menambah lahan dan sentra produksi budi daya baru serta menambah jenis produk perikanan dan kelautan.

Dia juga mengatakan, Indonesia  memiliki potensi laut yang sangat melimpah karena 60% penduduknya tinggal di pesisir dan memiliki luas perairan 5,8 juta km² yang terdiri dari 2,5 juta km² merupakan ZEE, 13,7 juta Ha adalah perairan umum dan 4,3 juta Ha adalah daerah potensial untuk perikanan.

“Kesemuanya itu menjadi potensi yang perlu diberdayakan dan dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan dan kemakmuran bangsa,” ujarnya lagi.

Lebih lanjut Laksamana bintang tiga ini menjelaskan, Indonesia terletak di posisi yang sangat strategis, yakni berada di tengah salah satu jalur perdagangan tersibuk di dunia, di antara dua samudera dan dua benua.

Menurutnya, dalam posisi yang sangat strategis itu, sebagai negara maritim, Indonesia harus menegaskan dirinya sebagai poros maritim dunia, sebagai kekuatan yang berada di antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

“Posisi sebagai poros maritim dunia membuka peluang bagi Indonesia untuk membangun kerja sama regional dan internasional bagi peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat yang akan mendorong perwujudan kedaulatan pangan maritim,” imbuhnya.

Dia menambahkan, bangsa Indonesia  harus optimis dalam menghadapi segala tantangan yang ada untuk memperjuangkan peluang besar keberhasilan menuju kedaulatan pangan maritim dan daya saing bangsa guna mewujudkan bangsa Indonesia sebagai bangsa pemenang.

Kepada 145 perwira TNI AL itu, Kasum TNI berharap agar mampu menjadi pelopor dalam memberikan kontribusi keilmuan terhadap kedaulatan pangan maritim dan daya saing bangsa. Dia juga berpesan agar para perwira TNI AL dapat mengembangkan kerja sama riset dalam mendorong perwujudan kedaulatan pangan maritim.

“Peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia perlu diimbangi dengan penguatan mental ideologi, cinta tanah air dan nasionalisme untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa pemenang yang berdaya saing tinggi,” pungkasnya.

(M. Daksan/Puspen TNI)

KOMENTAR
Share berita ini :