Kapolri Jenderal Pol Prof. H. M. Tito Karnavian., Ph.D., dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat mengadiri haul emas ke-50 Al Habib Assayyid Idrus Bin Salim Aljufri, Palu – Sulawesi Tengah, Sabtu (30/6).
Palu, NewsMetropol – Kapolri Jenderal Pol Prof. H. M. Tito Karnavian., Ph.D., bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan rombongan tiba di Lapangan Kompleks Alkhairaat Pusat, Jl. Sis Aljufri No. 44, Palu, pada pukul 09.45 WITA., Sabtu (30/6).
Lembaga Pendidikan Islam Alkhairaat merupakan lembaga pendidikan Islam yang berdiri dan dirintis oleh Habib Assayid Idrus Bin Salim Aljufri yang juga dikenal dengan Guru Tua sejak Tahun 1933.
Hingga saat ini lembaga pendidikan Islam Al khairat terus berkembang dan menjadi besar serta ada di seluruh Indonesia.
Kapolri hadir didampingi sejumlah jajaran Mabes Polri yaitu, Asopd Kapolri Irjen Pol Deden Juhara, Wakabaintelkam Irjen Pol Lutfi Lubihanto, Karo provos Divpropam Polri Brigjen Drs Refendi Andri, M.Si, Karo Penmas Divhumas Brigjen. Pol. Muhammad Iqbal, S.I.K., M.H.
Adapun pejabat yang turut hadir dalam kegiatan tersebut Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Madsuni, S.E., Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Pol. Drs. Ermi Widyatno, M.M., Gubernur Sulawesi Tengah, Drs. H. Longki Djanggola, M.Si., beserta Forkopimda Provinsi Sulawesi Tengah serta Bupati dan Walikota se-Provinsi Sulawesi Tengah, dan seluruh Pejabat Pengurus Yayasan Alkhairaat dengan total 2500 orang.
Demi menarik minat warga dan memeriahkan peringatan Haul ke-50 tahun ini, digelar festival raudhah yang meliputi pameran kuliner, kerajinan khas kota Palu serta berbagai lomba kesenia religi.
Kegiatan diawali dengan Pembacaan Surat Yasin, Tahlil, Pembacaan Manaqib, Pidato Haul dan Kenangan bersama Guru Tua. Setelah rangkaian prosesi pembacaan doa selesai acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan.
Sambutan pertama dari Ketua Yayasan Alkhairaat, Prof. DR. Ir. H. Fadel Muhammad Al Hadad dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Lembaga Pendidikan Islam Al Khairaat merupakan lembaga pendidikan Islam Terbesar di Indonesia yang memiliki dua tujuan yaitu Dakwah dan Pendidikan.
Kemudian dilanjutkan oleh Gubernur Sulawesi Tengah Drs. H. Longki Djanggola, M.Si., yang menekankan kesadaran untuk menghargai dan menerima perbedaan agar tidak saling merendahkan dan menjauhi satu sama lain.
“Sehingga dapat menjadi kekuatan dan kemajuan pembangunan Indonesia pada khususnya untuk akselerasi menjadi daerah yang maju, mandiri dan berdayasaing,” jelasnya.
Selanjutnya Kapolri Jenderal Polisi Prof. H. M. Tito Karnavian, Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan, bahwa AlKhairaat banyak membantu Kepolisian dalam menanggulangi konflik di Poso hingga terciptanya situasi Poso yang aman dan kondusif.
Selain itu Kapolri menyampaikan, bahwa pembangunan negara ini tidak dapat berjalan dengan lancar jika situasi keamanan terganggu.
“Oleh karena itu, dengan sinergisitas Polri, TNI dan Ulama khususnya AlKhairaat diharapkan dapat menciptakan situasi kamtibmas aman dan kondusif,” katanya.
Kapolri juga menginformasikan, bahwa Indonesia akan menyelenggarakan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang serta IMF Forum di Bali.
“Meskipun acara tersebut bukan di Palu, diharapkan masyarakat dapat turut serta mendukung kesuksesan jalannya agenda Internasional tersebut yaitu dengan menjaga stabilitas Kamtibmas di Sulawesi Tengah,” imbuh Kapolri.
Dalam sambutannya Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan permohonan maaf dari Presiden RI yang berhalangan hadir dikarenakan menyambut tamu Negara PM Malaysia.
“Oleh karena itu, Bapak Presiden mengutus Kapolri dan Panglima TNI untuk hadir,” ujarnya.
Sejalan dengan Kapolri, Panglima TNI juga menekankan kembali pentingnya persatuan dan kesatuan untuk mewujudkan stabilitas keamanan.
“Hal ini merupakan yang paling penting sebagaimana pentingnya pada kesehatan. Karena tidak ada negara maju tanpa didukung adanya stabilitas nasional,” pungkasnya.
Sambutan ditutup dengan ceramah dari Habib Saggaf Bin Muhammad Al Jufri yang merupakan Ketua Utama Alkhairaat, Habib yang meminta kepada seluruh masyarakat untuk terus mencari ilmu tidak hanya ilmu agama, namun juga ilmu kehidupan bermasyarakat.
“Terutama masalah kerukunan dan toleransi yang luar biasa sebagaimana yang dikatakan oleh Guru Tua dalam syairnya yang maknanya jangan sekali-kali anda menyatakan saya lebih baik dari kamu, apakah itu seorang muslim atau nonmuslim? Karena belum tentu anda lebih baik dari orang yang nonmuslim sekarang ini,” terangnya.
Selain itu, Habib juga mengingatkan kepada seluruh guru di Indonesia jangan merasa kecil hati di tempatkan di pelosok dengan honor yang kecil sekali, karena sesungguhnya Allah SWT, para malaikat dan seluruh penduduk di bumi dan di langit turut mendoakan manusia yang mengajarkan kebaikan kepada sesama manusia dan itu merupakan suatu keistimewaan.
Diakhir ceramahnya, Habib menjamin selama Al – Khairat masih ada di pelosok negeri Insya Allah aman, Al – Khairat akan mendukung Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), mendukung yang namanya persatuan dan kesatuan, gotong royong bahkan ini adalah suatu kewajiban bagi Al – Khairat sebagai wujud kecintaan kepada Guru Tua atas warisan ajaran yang telah diberikan.
Acara diakhiri dengan ziarah ke makam Guru Tua Al Habib Assayyid Idrus Bin Salim Aljufri. Kegiatan berjalan dengan lancar dan aman.
(MP/DivHumasPolri)
