Penulis : Efraim Baitanu Fan | Editor : Febry Ferdyan
NTT, newsmetropol.id – Kapolres TTS Polda NTT AKBP I Gusti Putu Suka Arsa, SIK., mengatakan, dalam menjalankan tugas peliputan dimohon kepada seluruh rekan pers yang ada di wilayah hukum Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dapat menunjukan identitasnya.
“Kami harap rekan-rekan pers selalu mengenakan dan atau menunjukan identitas dalam setiap kegiatan apapun sehingga dapat diketahui keberadaannya untuk menghindari terjadi kesalahpahaman, kemudian dimohon juga dapat berkoordinasi dengan Humas Polres untuk dilakukan pendataan terhadap rekan-rekan wartawan yang bertugas di Kab. TTS guna menjalin komunikasi yang baik dalam kemitraan,” kata Kapolres TTS ketika ditemui di ruang kerjanya, Kamis (19/05/2022).

Dijelaskannya, bahwa pasca terjadinya insiden saling dorong antara anggota Polres TTS yang sedang melaksanakan tugas pengamanan dengan massa demonstran di depan Hotel Bahagia 2 saat berusaha menerobos paksa untuk masuk pada kegiatan Muscab Partai Demokrat pada Rabu (18/05/2022) kemarin.
BACA JUGA : Viral Ujaran Kebencian Kepada TNI-Polri di FB, Kodim 1621 TTS Bergerak Cepat Amankan Korban Bukan Pelaku
BACA JUGA : Tim Buser Polres TTS dan Polsek Siso, Bekuk Dua Pelaku Judi di Rumah Duka di Mollo Barat
Pada situasi tersebut berakibat terjadi insiden kesalahpahaman antara anggota Polres TTS dengan salah satu rekan wartawan yang berada dikerumunan massa demonstran, sehingga situasi tidak terkontrol dan anggota yang sedang berusaha mengamankan tidak bisa membedakan rekan wartawan dengan massa demonstran karena tampak tidak mengenakan identitas bertugas saat itu, namun atas insiden tersebut keduanya telah menyadari kesalahan dan telah bersepakat berdamai serta saling memaafkan.
Kapolres TTS AKBP I Gusti Putu Suka Arsa meminta agar persoalan tersebut tidak dibesar-besarkan seolah-olah terjadi hubungan tidak harmonis antara Polisi dan media.
“Kita selama ini telah menjalin kemitraan yang erat, sehingga atas terjadinya insiden kesalahpahaman yang telah terselesaikan oleh keduanya dengan bersepakat berdamai dan saling menyadari kesalahan masing-masing, sehingga diharapkan permaslahan tersebut dapat disudahi dan kedepan Kepolisian bersama media dapat membangun kemitraan yang lebih baik lagi,” tutupnya.
