IMG-20220428-WA0018

Penulis : Kontributor Pendim 1621 TTS | Editor : Efraim Baitanu Fan

NTT, newsmetropol.id – Setelah viral dan beredar ujaran kebencian yang bernada mencatut institusi TNI-Polri di grup Pemuda TTS Bebas Bicara dengan isi “Beta PSHT, Beta lebih hebat dari TNI dan Polri, kalian yang bukan PSHT hanya sebutiran debu di hadapan kami 👊👊,” Rabu (27/04/2022) sekira pukul 11:30 wita, Aparat TNI Kodim 1621 TTS Unit Intelkam bergerak cepat dan berhasil mengamankan korban yang bukan pelaku.

Dandim 1621 TTS Letkol Arm Roni Hermawan, SH., MM., ketika di wancarai di Makodim 1621 TTS mengatakan, bahwa setelah membaca postingan yang cukup viral di media sosial FB Grup Pemuda TTS Bebas Bicara pihaknya sempat marah dan langsung memerintahkan anggota Unit Intel bergerak mencari pelaku untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Dijelaskannya, bahwa dua jam anggota Unit Intelkam bergerak cepat mencari pelaku setelah beredar viral kalimat ujaran kebencian yang mencatut Inatitusi TNI-Polri sekira pukul 10:00 wita dan tepat pukul 12:00 wita hingga pukul 12:30 wita korban Danial Nabunome alias Dance adalah warga RT. 10 RW. 04, Kelurahan Oebesa, Kecamatan Kota SoE mendatangi Unit Intelkam Kodim 1621 TTS dan melakukan klarifikasi bahwa foto dan kalimat ujaran kebencian yang di posting dirinya itu bukan dia tetapi akun FB-nya telah di hacker atau di bajak orang tak di kenal.

Baca Juga:  Habiburokhman Dukung BNN Bongkar Jaringan Narkotika Rusia di Bali

“Korban Dance Nabunome sempat nyaris mendapat didikan dari anggota namun korban secepatnya mengatakan bahwa bukan saya pelakunya, saya datang ke sini untuk klarifikasi,” terang Dandim menirukan ucapan Dance Nabunome.

Dengan demikian Dandim 1621 TTS Letkol Arm Roni Hermawan, SH., MM., menghimbau kepada seluruh masyarakat Kab. TTS untuk menggunakan media sosial dengan baik dengan memposting hal-hal positif dan jangan menyebarkan berita hoax atau ujaran kebencian terhadap instansi atau lembaga negara karena akibatnya sangat fatal yang dapat merugikan diri sendiri.

“Karena itu kepada pelaku, tetap kita buru untuk dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya, tetapi kepada masyarakat berwaspada dan berhati-hatilah menggunakan media sosial FB,” tutup Dandim Hermawan.

Sementara itu Danial Nabunome alias Dance korban yang bukan pelaku ketika dimintai keterangan dkaatakannya, bahwa postingan yang bermakna ujaran kebencian di FB grup Pemuda TTS tersebut bukanlah dirinya, bahkan Danil mengaku tidak tahu sama sekali karena HP yang digunakannya bukan HP Android.

Kendati demikian Dance mengaku dirinya merupakan pelatih organisasi PSHT dan pada tahun 2015 lalu sempat memposting fotonya di akun Danceterate Nabunome namun tidak ada kata-kata atau tulisan.

Baca Juga:  Polda Banten Update Kasus Penganiayaan Terhadap Anggota Brimob Dua Pelaku Kembali Ditangkap

Dance lebih jauh mengaku, bahwa sebelum mendapat informasi dirinya akan di tangkap aparat TNI-Polri dari teman-teman seprofesi ojeknya memberitahukan jika dia sedang di cari aparat TNI-Polri gegara akun FB-nya menyebarkan ujaran kebencian, kemudian Dance saat itu langsung berhenti mengojek dan mengajak orang tuanya agar mendampingi ke Kodim dan Polres untuk memberikan klarifikasi.

“Setelah dapat informasi, saya langsung ajak kekuarga saya bapak Yulius Faot dan saudara saya Ardi menemani ke kantor Kodim 1621 TTS untuk memberikan klarifikasi terkait postingan tersebut, karena teman-teman yang mengetahui postingan tersebut memberitahukan saya bahwa sebelum teman nyonyor di hajar TNI-Polri segera klarifikasi karena para Intel baik dari Kodim maupun Polres sedang mencari pelaku,” katanya.

Usai memberikan klarifikasi didampingi keluarga, Dance Nabunome saat didampingi Pasi Intel Kodim 1621 TTS Letda Inf Yorim Nubatonis, Dan Unit Intel Letda Inf Danial Selan, Dansub 1 Unit Intel Serma Filmon Natonis, Serma Sefnat Faot, Sertu Junianto Benu, serta Anggota Pendim 1621 TTS Serka Adrianus Junaidi Teas menyampaikan permohonan maaf kepada TNI-Polri atas postingan yang menghujat TNI-Polri melalui akunnya dan Dance juga meminta TNI-Polri untuk memburu pelaku agar secepatnya di tangkap untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

KOMENTAR
Share berita ini :